gilabalap.com – Pembalap dari tim Smart S Racing, Abraham F Nadeak sepertinya harus mengikhlaskan poin kejuaraan yang diraih sejak seri perdana kejurnas ITRC Max 2019 setelah tim panel memutuskan dirinya dan beberapa pembalap lain yang mengandalkan kendaraan Toyota mendapatkan hukuman diskualifikasi usai menyelesaikan putaran ke-4 (ISSOM Night Race) beberapa waktu lalu di Sirkuit Sentul.
Sebelumnya, kasus yang sama yakni indikasi penggunaan part yang menyalahi aturan/regulasi juga ditujukan kepada tim pabrikan Toyota Team Indonesia (TTI). TTI pun mengajukan banding ke PP IMI karena part intake manifold yang dipermasalahkan nyatanya sudah digunakan TTI sejak musim kompetisi 2018 lalu.
Abraham sendiri mengaku secara personal ataupun tim, ia memang tidak mengajukan banding. Karena banding TTI sebenarnya sudah mewakili tim-tim lain yang membesut kendaraan Toyota seperti Yaris dan Vios.
Hasil banding pun memutuskan para pembalap dengan mobil Toyota dinyatakan tetap didiskualifikasi. Menanggapi hal ini, Abraham tak mau ambil pusing meski ia dan tim Smart S Racing merasa dirugikan.
“Sebenarnya kita nggak ngajuin banding karena dari awal tujuan kita untuk RnD mobil Vios yang baru, begitu juga saya sendiri, fokus untuk mengembangkan skill. Jadi itu sih fokus kita sejak awal, mau finish kek mau nggak finish atau apapun hasilnya kita tetap konsentrasi RnD yang dijadikan bekal kita fight tahun depan,” kata Abi sapaan akrab Abraham.

“Apalagi sekarang pakai Vios baru otomatis kan pasti banyak penyesuaian dan beda karakter dengan Vios lama. Setelah pertimbangan dengan tim juga kami tidak mengambil langkah banding. kami tetap menghargai hasil keputusan steward di balap malam kemaren,” sambungnya.
Baca juga: Abraham F Nadeak Masih PDKT dengan Mobil Baru
Lebih lanjut, agar kejadian serupa tidak terulang, Abi berharap pihak penyelenggara bisa memperjelas dan mempertegas aturan ataupun regulasi agar semua pembalap memiliki pemahaman yang sama soal yang boleh dan yang dilarang.
“Masukan sih ya, harus diperjelas mengenai regulasi intake, atau part-part lain dan hal-hal lain. Yang kita ketahui, kami pengguna mobil Toyota tidak menggunakan part ilegal, tapi kami memodifikasi yang ada. Oke kalau itu dianggap salah, tapi semuanya harus ditulis sedetil mungkin karena panduannya di buku merah. Saya berharap untuk balap tahun depan udah lebih jelas aja peraturannya,” tegas Abi.
Selain Abi, rival utamanya di kategori promotion yakni Mirza Putra Utama juga mendapat sangsi kehilangan poin sejak seri pertama (poin 0). “Jadi saya dan Mirza sama-sama ngulang poinnya dari 0,” beber Abi.
Namun ada yang unik dari hasil putusan panel banding. Jika Abi dan Mirza kehilangan semua poin sejak balapan seri 1, lain halnya dengan pembalap TTI, Haridarma Manoppo yang hanya didiskualifikasi untuk seri 4 (ISSOM Night Race) saja. Artinya poin Haridarma dari Seri 1 hingga seri 3 tetap aman.
Sayangnya, mengenai perbedaan sangsi antara dirinya dan Mirza dengan Haridarma, Abi memilih untuk tidak berkomentar.


