gilabalap.com – Semangat pantang menyerah ditunjukkan pembalap cilik, Genio Rizky Ramadhan atau yang akrab disapa Nio, saat tampil pada ajang balap motor D-Event Seri 3 yang berlangsung di Sentul International Karting Circuit, Sabtu (10/5/2026).
Turun di kelas pocket bike anak yang diikuti total 12 peserta, Nio harus memulai balapan dari posisi kurang ideal. Sistem grid start yang menggunakan undian membuat putra mantan pembalap gokart Kurniawan “Mancung” itu mendapat posisi start ke-10.

Meski begitu, Nio mampu memperlihatkan start impresif sejak lampu hijau menyala. Pembalap berusia 9 tahun tersebut langsung melesat dan sukses naik ke posisi delapan saat memasuki tikungan pertama.
Sayangnya, drama terjadi tak lama setelahnya. Memasuki tikungan kedua, ban depan motor Nio tersenggol pembalap lain hingga membuat dirinya terjatuh. Insiden tersebut juga melibatkan beberapa rider lain, dengan total sekitar empat pembalap ikut terjatuh di tikungan yang sama.

Beruntung, Nio masih mampu bangkit dan kembali melanjutkan balapan. Namun jarak yang sudah cukup jauh membuat perjuangannya untuk kembali ke barisan depan menjadi sangat berat hingga akhirnya harus menyentuh garis finis di posisi ke 9.
Meski hasil akhir belum sesuai harapan, penampilan Nio tetap mendapat apresiasi. Semangat juangnya untuk kembali melanjutkan race setelah terjatuh menjadi poin penting dalam proses pembentukan mental balap di usia muda.

Balapan kali ini memang bukan sekadar mengejar podium. Tim menyebut keikutsertaan Nio di D-Event Seri 3 dijadikan sebagai ajang latihan sekaligus persiapan menghadapi Lenka Seri 1 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei 2026 mendatang.
“Event ini dijadikan sebagai latihan persiapan untuk balap Lenka Seri 1 nanti, sekaligus untuk menambah jam terbang Nio,” ujar sang ayah.

Rencananya, pada ajang Lenka nanti Nio akan turun di dua kelas sekaligus, yakni Beginner dan Basic. Hasil yang diraih di Sentul pun akan dijadikan bahan evaluasi agar tampil lebih maksimal pada balapan berikutnya.

Di luar lintasan, Nio diketahui masih duduk di bangku kelas 2 SD 01 Cempaka Baru Kemayoran. Di usia yang masih sangat muda, perjalanan balapnya tentu masih panjang, dan pengalaman jatuh bangun seperti di Sentul menjadi bagian penting dalam proses pembentukan seorang pembalap masa depan. (Fajar Eko)
