gilabalap.com – Pembalap gokart muda Indonesia, Muhammad FA Wibowo, harus mengubur ambisi back-to-back podium di Bira Kart Circuit, Thailand. Setelah sebelumnya sukses finis P2 pada ajang ROK Cup Thailand 2026 Round 1, kali ini Muhammad menutup IAME Series Asia 2026 Round 2 (28–29 Maret) dengan hasil P6 di babak final.
Meski gagal naik podium, performa Muhammad tetap menunjukkan grafik positif sepanjang akhir pekan. Ia tampil konsisten dan terus merangsek ke depan di setiap sesi.

Bangkit dari Tengah, Tampil Agresif di Heat 1
Memulai balapan dari posisi ke-12 di Heat 1, Muhammad langsung tancap gas sejak start. Manuver agresif di tikungan pertama membawanya naik ke posisi ke-9 hanya dalam satu lap.
Tak butuh waktu lama, ia kembali menekan dan sukses menyalip beberapa rival untuk naik ke posisi ke-7 di lap kedua. Momentum positif berlanjut hingga lap ketiga, di mana Muhammad berhasil mengamankan posisi ke-6 dan mempertahankannya hingga finis.

Superheat: Tembus Lima Besar
Di sesi Superheat, Muhammad start dari posisi ke-8. Lagi-lagi, start solid jadi kunci. Ia langsung naik ke posisi ke-7 di tikungan pertama, sebelum melanjutkan aksi overtake krusial yang membawanya naik ke posisi ke-5.
Kecepatan dan konsistensinya membuat posisi tersebut bertahan hingga bendera finis dikibarkan.
Final: Sempat Tersenggol, Tetap Finis P6
Pada sesi final, Muhammad memulai dari posisi ke-5. Namun insiden di tikungan pertama membuatnya harus turun hingga posisi ke-8.
Tak menyerah, ia perlahan membangun ritme. Lap demi lap, Muhammad mulai kembali mendekat dan melakukan dua overtake penting yang membawanya naik ke posisi ke-6. Hingga akhir lomba, ia tetap bertahan di posisi tersebut.

Faktor Kualifikasi dan Insiden Jadi Penentu
Hasil ini tak lepas dari posisi start yang kurang ideal akibat kendala di sesi kualifikasi.
“A tough weekend at IAME Asia Round 2 in Thailand, but full of progress. Started from P12 in Qualifying and kept pushing forward every session: Heat 1: P6 (+6 position), Heat 2: P9 (+3 position), Super Heat: P5 (+3 position), Final: P6. No podium this time, but I was right there fighting for it. Proud of the progress, the overtakes, and the consistency. We keep building, we keep improving next one will be stronger,” tulis Muhammad, dikutip dari Instagram pribadi miliknya.
Sang ayah yang turut hadir di sirkuit juga mengungkapkan bahwa posisi kualifikasi sangat memengaruhi jalannya balapan.
“Saat QTT salah ambil grup, jadi di posisi ke-12. Heat 1 maju ke P6, Heat 2 ke P9, Superheat ke P5, dan final finis P6. Tadi sempat tersenggol di lap pertama, jadi langsung tertinggal dari rombongan depan,” jelasnya.

Fokus Eropa: Tantangan Berikutnya Menanti
Tak butuh waktu lama untuk beristirahat, Muhammad sudah bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Eropa. Ia dijadwalkan berangkat ke Italia pada 13 April untuk mengikuti dua ajang besar:
WSK Euro Series Round 2 di Lonato (15–19 April)
Italian Championship Round 1 di Lonato (22–26 April)
Dengan modal progres yang konsisten di Thailand, peluang Muhammad untuk tampil lebih kompetitif di Eropa tentu terbuka lebar. Tinggal bagaimana ia memaksimalkan setiap sesi sejak kualifikasi – karena di level ini, posisi start adalah segalanya. (Fajar Eko/Foto: Dok. Muhammad FA Wibowo)
