gilabalap.com – Pembalap muda asal Indonesia, Muhammad FA Wibowo, kembali turun di ajang bergengsi WSK Final Cup 2025 yang berlangsung di Sirkuit Cremona, Italia pada 10 November 2025. Turun di kelas Mini U10, Muhammad harus berhadapan dengan 63 pembalap muda dari berbagai negara. Persaingan ketat pun langsung terasa sejak sesi kualifikasi, mengingat hanya 36 pembalap terbaik yang berhak melaju ke babak final.
Meski tekanan begitu besar, Muhammad tampil menjanjikan sejak awal. Pada sesi kualifikasi, ia berhasil mencatatkan waktu solid dan finis di posisi ke-9, hasil yang menunjukkan potensi besar sang pembalap muda di antara para rivalnya dari berbagai negara.

Namun perjalanan Muhammad tidak berjalan mulus. Di sesi Heat Grup A–B, pembalap asal Indonesia ini start dari posisi ke-9, tetapi harus menerima penalti 5 detik usai terjadi benturan ringan yang menyebabkan bumper depan kart miliknya bergeser. Akibat penalti tersebut, posisi finish-nya turun ke peringkat 25.
Tak ingin larut dalam kesalahan, Muhammad bangkit di sesi Heat Grup A–C. Kali ini ia tampil luar biasa! Memulai start dari posisi ke-9, Muhammad sukses melesat hingga finis di posisi ke-3, bahkan mencatatkan waktu terbaik 54.587 detik, salah satu yang tercepat di antara seluruh peserta.
Sesi Heat Grup A–D juga dijalani dengan cukup konsisten, di mana Muhammad berhasil finis di posisi ke-10. Namun sayang, keberuntungan belum berpihak padanya di babak Pra-Final. Memulai start dari posisi ke-11, kart yang dikendarainya mengalami masalah mesin tepat saat lampu start padam, membuatnya harus gagal menyelesaikan lomba (DNF).

Belum berhenti di situ, drama berlanjut di sesi final. Start dari posisi ke-34, Muhammad terlibat insiden cukup keras di tikungan kedua yang membuatnya kembali DNF dan gagal melanjutkan balapan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Muhammad menuliskan refleksi penuh semangat:
“Akhir pekan yang penuh suka dan duka. Setelah awal yang solid di sesi kualifikasi, semuanya tidak berjalan sesuai rencana — dengan dua kali DNF di pra-final dan final.
Bukan hasil yang kita harapkan, tapi itulah balapan
Kita belajar, terus maju, dan akan kembali lebih kuat
Terima kasih banyak untuk tim, pelatih, Mekanik, dan Bunda atas semua kerja keras dan dukungan tanpa henti”

Meski hasil akhir belum sesuai harapan, semangat pantang menyerah Muhammad FA Wibowo patut diapresiasi. Pengalaman berharga di Cremona akan menjadi modal penting untuk menghadapi musim-musim berikutnya di kancah karting internasional. (Foto : Dok.Muhammad FA Wibowo)
