gilabalap.com – Setelah tampil di ajang IAME Asia Pacific di Malaysia, Muhammad FA Wibowo langsung melanjutkan petualangan internasionalnya ke Eropa. Kali ini, pembalap muda Indonesia tersebut turun di event bergengsi WSK Super Master Series Round 3 yang digelar di Leopard Circuit Viterbo, Italia, pada 18–22 Februari 2026.
Turun di kelas Mini Gr.3 yang diikuti total 52 pembalap dari berbagai negara, Muhammad bergabung bersama tim Parolin Motorsport. Persaingan? Sudah pasti ketat sejak sesi awal.
Pada sesi kualifikasi practice, Muhammad mencatatkan waktu yang menempatkannya di posisi ke-21 dan tergabung di Grup A untuk menjalani rangkaian heat.

Heat pertama yang mempertemukan Grup A dan B menjadi awal perjuangannya. Start dari grid 11, Muhammad harus puas finis di posisi ke-15. Di heat kedua (Grup A vs C), ia kembali start dari posisi ke-11, namun kali ini tampil lebih agresif dan mampu memperbaiki posisi hingga finis ke-9.
Sayangnya, di heat ketiga saat berhadapan dengan Grup D, Muhammad yang kembali start dari grid 11 harus mengalami DNF (Did Not Finish). Hasil tersebut membuatnya turun ke posisi 34 klasemen sementara usai heat dan harus berjuang ekstra di sesi prefinal.

Masuk ke prefinal Grup B, Muhammad memulai balapan dari posisi ke-17. Perlahan tapi pasti, ia menunjukkan progres signifikan. Lap kedua naik ke posisi 14, lap ketiga kembali merangsek ke posisi 13. Ritmenya makin konsisten — lap demi lap ia memperbaiki catatan waktu, naik ke posisi 12, bahkan sempat menembus posisi 10 di lap kelima.
Namun ketatnya persaingan membuat posisinya kembali tergerus. Ia turun ke posisi 12, lalu sempat melorot hingga ke-14 di lap kesembilan. Meski begitu, pada lap terakhir Muhammad mampu mengamankan posisi ke-13 hingga bendera finis dikibarkan.
Hasil tersebut menempatkannya di posisi 33 klasemen keseluruhan dan memastikan tiket ke Grand Final. Dari total 52 pembalap, hanya 36 yang berhak lolos ke sesi pamungkas.

Di sesi final, Muhammad start dari grid 33 dari 36 pembalap. Start berlangsung dramatis. Insiden terjadi di tikungan pertama hingga selepas tikungan ketiga, membuat beberapa pembalap keluar lintasan. Muhammad tampil sigap, berhasil menghindari kekacauan dan langsung merangsek ke posisi 27.
Balapan tetap berjalan keras. Ia sempat turun ke posisi 30, namun terus menjaga ritme hingga finis di posisi 28. Setelah official result dirilis dan beberapa pembalap menerima penalti, posisi Muhammad naik menjadi ke-26.

Melalui akun Instagram pribadinya, Muhammad menuliskan refleksi yang menunjukkan kedewasaan mentalnya:
“This one was hard.
DNF in the heats, started the Grand Final from the back, finished P28/52.
Not proud of the result, but proud I never stopped pushing.
Every setback is part of the journey. We keep working.”

Secara hasil, ia mengakui belum puas. Namun yang lebih penting dari sekadar angka adalah mentalitas yang ia tunjukkan sepanjang akhir pekan balap di Italia.
Tetap berjuang meski kondisi sulit.
Tidak menyerah walau sempat DNF.
Dan menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang.
Di panggung sekelas WSK Super Master Series dengan level persaingan Eropa yang sangat kompetitif, pengalaman seperti ini jelas menjadi bekal berharga. (Fajar Eko/ Photo: Dok. Muhammad FA)
