gilabalap.com – Aksi solid kembali ditunjukkan pembalap muda Indonesia, Syabil Umar Basalamah, saat tampil di ajang IAME Series Asia 2026 Round 2 yang digelar di Bira Kart Circuit, Thailand, pada 28–29 Maret 2026.
Turun di kelas Cadet yang diikuti 37 pembalap dari berbagai negara di Asia termasuk Australia – Syabil berhasil menjaga konsistensinya di papan atas. Setelah sebelumnya meraih podium ketiga di Round 1 Malaysia, kali ini ia kembali membawa pulang hasil positif dengan finis P5 di final, yang cukup untuk mengamankan podium diround ini.

Super Heat: Duel Sengit dengan Rekan Setim
Memulai Super Heat dari posisi ke 4, Syabil harus kehilangan beberapa posisi di tikungan pertama akibat himpitan dari rival. Ia sempat turun ke posisi kelima, namun mental bertarungnya langsung terlihat.
Belum genap satu lap, Syabil sudah kembali ke posisi ketiga. Duel sengit pun tersaji saat ia terus menekan rekan setimnya, Max Schilling. Gap yang sangat tipis – bahkan sempat hanya 0,084 detik – membuat pertarungan berlangsung ketat dengan aksi bumper to bumper hingga side by side.
Namun defense solid dari Max membuat Syabil harus puas finis di posisi ketiga pada sesi ini.

Final: Sempat Leading, Terkendala Setup
Di sesi final, start apik langsung membawa Syabil melesat dari posisi ketiga ke posisi kedua di tikungan pertama. Tak butuh waktu lama, ia bahkan sukses mengambil alih pimpinan lomba.
Sayangnya, kondisi tidak ideal mulai muncul sejak lap kedua. Penggunaan ban baru yang kurang cocok dengan setup gokart membuat Syabil mengalami understeer, yang cukup mengganggu ritmenya saat memimpin balapan.
Meski berusaha keras mempertahankan posisi, satu per satu rival mulai mendekat. Drama terjadi di lap ke-11 saat Max Schilling kembali menyalipnya. Tak lama berselang, tekanan dari pembalap tuan rumah juga membuat Syabil harus turun posisi hingga ke P5.
Hingga 18 lap tuntas, Syabil menutup balapan di posisi kelima.

Tetap Bangga dengan Perjuangan
Meski kehilangan peluang podium lebih tinggi, performa Syabil tetap layak diapresiasi. Ia sempat memimpin balapan dan menunjukkan daya juang tinggi di tengah kendala teknis.
“A tough race but a lot of learning this weekend. I gave everything out there and even led the race, but struggled with the new tires and setup. Still proud of the fight and we’ll come back stronger,” tulis Syabil, dikutip dari Instagram pribadi miliknya.

Sang ayah, Umar Basalamah, juga mengungkapkan faktor teknis menjadi kunci hasil akhir.
“Saat final memakai ban baru ternyata tidak sesuai dengan setup yang dia mau, jadi understeer karena dia over push saat final,” jelasnya.
Meskipun Syabil telah menjuarai ajang IAME Asia Pacific dan memastikan tiket langsung ke World Final IAME di Viterbo, Italia, kejuaraan Asia ini tetap menjadi bagian penting dalam perjalanannya. Selain sebagai ajang pembuktian, kompetisi ini juga menjadi kesempatan berharga untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding di level internasional.
“Syabil baru saja menginjak usia 10 tahun bulan lalu, dan menjadi pembalap termuda yang berhasil naik podium. Ke depannya, fokus akan terus diarahkan untuk mengasah kemampuan dan memaksimalkan potensinya,” Tambahnya.

Jadwal Padat, Eropa Jadi Fokus Berikutnya
Perjalanan Syabil belum berhenti. Jadwal padat sudah menanti dalam beberapa pekan ke depan, termasuk rangkaian balapan di Eropa dan Asia:
IAME Italy Round 1 – 5 April (Franciacorta, Italia)
IAME Asia Round 3 – 11–12 April (Bira, Thailand)
IAME European Round 2 – 15–18 April (Franciacorta, Italia)
Italian Championship – 26 April (Lonato, Italia)
ROK Cup Indonesia Round 3 – 16–17 Mei (Sentul, Indonesia)

Dengan jam terbang yang terus bertambah dan pengalaman menghadapi grid internasional, Syabil jelas jadi salah satu nama yang patut diperhitungkan di kancah gokart Asia hingga Eropa. Tinggal bagaimana ia menyempurnakan detail kecil – karena di level ini, selisih tipis bisa jadi pembeda segalanya. (Fajar Eko/Foto : Dok.Syabil Umar)
