gilabalap.com – Pembalap muda Indonesia, Muhammad FA Wibowo, kembali menunjukkan perkembangan positif dalam ajang Champions of the Future Academy Program (COTFA) Round 2 yang berlangsung di Circuit 27 Thessaloniki, Yunani, pada 31 Mei 2026.
Meski belum berhasil meraih podium, penampilan Muhammad sepanjang akhir pekan layak mendapat apresiasi. Pasalnya, ini merupakan pengalaman pertamanya tampil di sirkuit sepanjang 1.460 meter dengan lebar trek 8-10 meter tersebut yang dikenal memiliki karakter teknikal dengan banyak kontur uphill dan downhill yang cukup ekstrem.

“Ini baru pertama kalinya Muhammad menjajal Circuit 27 Thessaloniki. Banyak uphill dan downhill, bahkan lebih ekstrem dibanding LYL Malaysia. Dia juga hanya mendapat satu kali kesempatan practice pada hari Jumat dan itu pun cuma dua sesi karena sempat ada angin tornado yang membuat trek ditutup mendadak,” ungkap sang ayah.

Muhammad turun di kelas Mini 60 yang diikuti 27 pembalap dari berbagai negara. Kejuaraan ini menggunakan konsep Arrive and Drive, di mana seluruh peserta menggunakan paket perlengkapan yang telah disediakan penyelenggara sehingga tidak perlu membawa tim, mekanik maupun peralatan sendiri. Format tersebut membuat kemampuan adaptasi pembalap menjadi faktor yang sangat menentukan.
Tantangan berat langsung dihadapi Muhammad sejak awal pekan balap. Namun pembalap muda Indonesia tersebut mampu menunjukkan kemampuan recovery yang impresif sepanjang akhir pekan.

Pada Race 1, Muhammad sebenarnya tampil cukup menjanjikan saat sesi kualifikasi dengan menempati posisi ke-9. Namun nasib kurang beruntung menghampirinya setelah gagal finis (DNF) pada Heat 1 dan hanya mampu berada di posisi ke-18 pada Heat 2.
Akumulasi hasil tersebut membuatnya harus memulai Final Race dari posisi ke 23. Meski demikian, Muhammad berhasil melakukan comeback luar biasa dengan finis di posisi ke-8 sekaligus mencatatkan peningkatan hingga 15 posisi.
Performa positif itu berlanjut pada Race 2. Muhammad memulai akhir pekan dengan kualifikasi di posisi ke-18, kemudian meningkat ke posisi ke-13 pada Heat 1 dan posisi ke-12 pada Heat 2.
Saat balapan final, pembalap muda Indonesia tersebut kembali menunjukkan daya juang tinggi. Ia berhasil menembus posisi ke-7 di lintasan sebelum akhirnya naik ke urutan ke-6 setelah salah satu pembalap di depannya mendapatkan penalti. Hasil itu membuat Muhammad kembali mencatatkan peningkatan sebanyak 9 posisi dari posisi start.

Melalui akun Instagram pribadinya, Muhammad mengaku puas dengan perkembangan yang ditunjukkannya sepanjang akhir pekan meski target podium belum tercapai.
“A challenging weekend at Circuit 27. No podium finish this time, but a solid result for my first experience racing on this track. Still plenty to learn, plenty to improve, but happy with the progress and the comeback pace throughout the weekend. Thank you to everyone supporting me on and off the track. We keep pushing forward,” tulis Muhammad.
Menurut sang ayah, pencapaian di Yunani menjadi salah satu momen penting dalam proses perkembangan mental dan kepercayaan diri putranya.
“Untuk overall oke, calm weekend yang paling penting. Dia mulai paham potensi dalam dirinya sendiri. Dari yang awalnya banyak ragu-ragu saat driving, sekarang mulai yakin dengan kemampuannya. Tinggal ke depan bagaimana dia bisa langsung percaya diri sejak hari pertama,” jelasnya.

Lebih lanjut, sang ayah mengungkapkan bahwa Muhammad sempat kehilangan banyak waktu akibat masih terbawa pengalaman kurang menyenangkan pada putaran pembuka COTFA Round 1 di Valencia.
“Di hari pertama race, timing-nya tidak pernah dapat. Sampai pihak Parolin Factory ingin mengecek kondisi kart-nya. Setelah dicek ternyata bukan masalah kart, tetapi cara mengemudinya yang kurang masuk melewati kerb sehingga banyak waktu terbuang. Dia seperti itu karena masih trauma dari COTFA Round 1 Valencia. Waktu itu terlalu sering menginjak kerb sampai rantainya lepas. Tapi setelah race hari kedua di Yunani, dia sudah jauh lebih paham,” tambahnya.

Hasil di Yunani menjadi modal berharga bagi Muhammad untuk menghadapi agenda balap berikutnya yang tak kalah padat. Pada akhir Juni nanti, ia dijadwalkan bertolak ke Italia untuk mengikuti IAME Italy Round 4 di Cremona, sebelum kembali berlaga pada Champions of the Future Academy Program Round 3 di Viterbo yang berlangsung sepekan setelahnya.
Dengan progres yang terus terlihat dari putaran ke putaran, Muhammad FA Wibowo menunjukkan bahwa dirinya semakin mampu beradaptasi dengan kerasnya persaingan karting internasional. Kini, target berikutnya adalah mengubah tren positif tersebut menjadi hasil yang lebih besar pada dua seri penting di Italia mendatang. (FJ/Foto: Dok. Muhammad FA)
