Gilabalap.com – Kehadiran Lucy Wiryono menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dalam gelaran IMI Women in Motorsport (WIM) Festival Vol.2 yang diselenggarakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) melalui Komisi Women in Motorsport (WIM) di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Minggu (12/7).
Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai wajah MotoGP di layar kaca itu hadir sebagai pembicara dalam sesi Career Talk, membagikan pengalaman sekaligus membuka wawasan para peserta mengenai luasnya peluang karier di dunia motorsport.

Bagi pecinta balap Tanah Air, nama Lucy Wiryono tentu sudah tidak asing lagi. Presenter dan penyiar radio ini menjadi host tayangan MotoGP di Trans7 selama lebih dari satu dekade, tepatnya sejak 2008 hingga 2022. Pengalamannya yang panjang meliput berbagai ajang balap internasional membuatnya memahami bahwa motorsport bukan sekadar tentang pembalap yang berdiri di podium.

Di hadapan puluhan peserta, Lucy mengajak generasi muda, khususnya perempuan, untuk melihat industri motorsport dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, ekosistem balap membutuhkan banyak profesi yang sama pentingnya demi mendukung sebuah kompetisi berjalan dengan baik.
Ia pun memaparkan berbagai peluang karier yang bisa ditekuni, mulai dari journalist, rider assistant atau manager tim, photographer atau videographer, media officer, medical team, marshal, TV host, content creator, hospitality team, logistics, hingga berbagai profesi lain yang selama ini bekerja di balik layar sebuah tim balap.

“Bukan saatnya lagi bertanya, ‘Aku bisa nggak ya masuk dan bekerja di dunia motorsport?’ Tapi pertanyaannya adalah, ‘Apa yang bisa saya kontribusikan untuk dunia motorsport?’ Karena bisa berada di dunia ini tidak terbatas hanya dengan menjadi pembalap. Ada banyak sekali pekerjaan di motorsport yang mungkin tidak terlihat, tetapi sangat penting,” ujar Lucy.

Menurutnya, keberadaan IMI Women in Motorsport Festival memiliki peran besar dalam menciptakan regenerasi perempuan di industri otomotif dan olahraga balap Indonesia.
“Acara IMI WIM Festival sangat penting. Ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan ekosistem motorsport kepada semua orang, khususnya perempuan generasi muda. Festival ini memberikan banyak insight mengenai apa saja yang diperlukan jika ingin berada di dunia motorsport dan bagaimana cara menjadi bagian dari ekosistem tersebut,” jelasnya.
Tak hanya berbicara soal profesi, Lucy juga menilai materi yang diberikan dalam festival ini memiliki manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi mengenai keselamatan berkendara, etika di lintasan, hingga disiplin menjadi bekal yang sangat berharga, baik saat berada di sirkuit maupun ketika berkendara di jalan raya.

Di akhir sesi, Lucy memberikan motivasi kepada para peserta yang baru mengenal dunia motorsport agar tidak ragu mengejar cita-cita. Baginya, industri balap saat ini semakin terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi dan kemauan untuk terus belajar.
Ia pun berharap IMI Women in Motorsport Festival dapat terus digelar secara rutin dengan jangkauan peserta yang semakin luas.
“Harapannya tentu event ini bisa diadakan secara rutin dan pesertanya juga lebih banyak lagi. Dengan begitu semakin banyak perempuan yang bisa memberikan kontribusi di dunia motorsport. Bukan hanya sekadar berada di motorsport demi inklusivitas, tetapi karena memiliki kompetensi,” tutup Lucy.

Kehadiran Lucy Wiryono menjadi bukti bahwa perempuan memiliki ruang yang sangat luas untuk berkembang di dunia motorsport. Tak hanya di balik kemudi mobil atau motor balap, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang menggerakkan industri ini. Melalui IMI Women in Motorsport Festival Vol.2, semangat tersebut kembali digaungkan, membuka lebih banyak pintu bagi lahirnya perempuan-perempuan Indonesia yang siap berkiprah dan memberikan kontribusi nyata di dunia balap nasional maupun internasional. (Fajar Eko/Foto : Jarwo)
