Gilabalap.com – Antusiasme perempuan Indonesia terhadap dunia motorsport terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan Women in Motorsport Festival Vol.2 yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) melalui Komisi Women in Motorsport (WIM) di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Minggu (12/7).
Mengusung tema “Drive Your Passion, Break The Limit” dengan semangat “Empowered Girls, Driven Futures”, festival ini kembali menjadi ruang bagi para perempuan muda untuk mengenal dunia balap secara lebih dekat. Tak sekadar mencoba sensasi mengemudi di lintasan, peserta juga diajak memahami berbagai peluang karier yang ada di balik industri motorsport.

Animo peserta tahun ini bahkan jauh melampaui ekspektasi panitia. Kuota pendaftaran langsung dipenuhi dalam waktu singkat. Sebanyak 100 calon peserta mendaftarkan diri hanya dalam sepekan, sementara pendaftaran relawan ditutup hanya dua hari setelah dibuka karena telah mencapai 40 pendaftar. Dari jumlah tersebut, panitia akhirnya memilih 58 peserta berusia 13 hingga 20 tahun serta 10 relawan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Tingginya minat tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa dunia otomotif kini semakin diminati oleh kaum perempuan. Kesuksesan ini juga melanjutkan pencapaian positif penyelenggaraan perdana pada Desember 2023 yang kala itu menghadirkan aktivitas slalom, simulator, dan drag race.


Berbeda dari edisi sebelumnya, Women in Motorsport Festival Vol.2 hadir dengan konsep yang lebih lengkap. Selain mengikuti gokart testing session dan simulator session, peserta juga mendapatkan pembekalan melalui mechanical workshop, career talk, hingga basic driving skill & etiquette. Seluruh materi dirancang agar peserta memperoleh gambaran utuh mengenai dunia motorsport, baik dari sisi olahraga maupun industri yang menopangnya.

Ketua Komisi IMI Women in Motorsport, Alexandra Asmasoebrata, mengatakan penambahan materi tersebut merupakan upaya untuk memperluas wawasan generasi muda perempuan mengenai berbagai peluang yang tersedia di dunia motorsport.
“Kami ingin mengenalkan kepada generasi muda perempuan bahwa menjadi bagian dari motorsport tidak selalu harus menjadi pembalap. Ada banyak profesi penting lain yang juga dapat diisi oleh perempuan, seperti engineer, sports caster, TV presenter, race official, hingga berbagai profesi lainnya yang mendukung industri otomotif,” ujar Alexandra.

Menurutnya, mengenalkan dunia motorsport sejak usia muda menjadi langkah penting agar para peserta memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan masa depan apabila ingin meniti karier di bidang tersebut.
“Semakin dini mereka mengenal dunia motorsport, semakin besar kesempatan mereka untuk menentukan langkah dan mempersiapkan diri sejak masih duduk di bangku sekolah apabila ingin berkarier di bidang ini,” jelasnya.

Sebagai media pembelajaran utama, IMI Women in Motorsport memilih gokart pada penyelenggaraan tahun ini. Alexandra menyebut pilihan tersebut merupakan bentuk variasi setelah pada festival perdana peserta diperkenalkan dengan cabang slalom.
“Pada Women in Motorsport Festival pertama kami mengangkat tema slalom. Tahun ini kami ingin memberikan pengalaman berbeda melalui gokart, dan ke depannya kami berharap dapat menghadirkan disiplin lain seperti drift, slalom, maupun drag race sehingga peserta memiliki pengalaman yang semakin beragam,” tambahnya.

Alexandra juga menilai perkembangan keterlibatan perempuan di dunia motorsport Indonesia terus bergerak ke arah yang positif. Meningkatnya jumlah pendaftar menjadi indikator bahwa semakin banyak perempuan yang ingin mengenal sekaligus berkarier di industri otomotif.
“Minat perempuan Indonesia terhadap motorsport terus meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar Women in Motorsport Festival yang terus bertambah dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, termasuk antusiasme para relawan yang ingin terlibat dalam kegiatan ini,” ungkap Alexandra.

Melalui Women in Motorsport Festival, IMI berharap akan semakin banyak perempuan Indonesia yang berani mengambil peran di dunia otomotif. Tidak hanya sebagai pembalap, tetapi juga sebagai engineer, official, media, hingga berbagai profesi lain yang menjadi bagian penting dari perkembangan industri motorsport nasional.

“Kami berharap keterlibatan perempuan dalam dunia motorsport Indonesia terus meningkat. Kami ingin melihat semakin banyak perempuan hadir dan berkontribusi mengisi berbagai profesi di industri otomotif Indonesia pada masa mendatang,” tutup Alexandra.

Lewat kombinasi pengalaman di lintasan, edukasi, hingga interaksi langsung dengan para pelaku industri, Women in Motorsport Festival Vol.2 kembali membuktikan komitmen IMI dalam membangun ekosistem motorsport yang lebih inklusif. (Jarwo/Foto. Fajar Eko)
