Gilabalap.com – Kemenangan Muhammad FA Wibowo pada Campionato Italiano ACI Karting 2026 Round 4 di Kartodromo Val Vibrata, Italia, 24–26 Juli 2026, bukan sekadar hasil dari kecepatan di lintasan. Di balik keberhasilannya bangkit dari posisi ke-19 hingga finis pertama, tersimpan kisah tentang perjuangan melawan keraguan diri, kekuatan mental, dan dukungan tanpa henti dari keluarga serta tim.
Muhammad yang turun di kelas Mini GR.3 bersama 58 pembalap terbaik berhasil mencuri perhatian setelah menampilkan salah satu aksi comeback terbaik sepanjang akhir pekan balapan. Namun, menurut sang ayah, perjalanan menuju kemenangan itu justru dimulai dari situasi yang jauh dari kata ideal.
“Sejak sesi kualifikasi, semuanya memang tidak berjalan sesuai rencana,” ungkap sang ayah.

Ia menceritakan bahwa Muhammad tergabung di Grup 2 bersama dua rekan setimnya, El Gahoudi Nahyl dan Salazar Nico. Alih-alih bekerja sama untuk mendapatkan slipstream terbaik, Muhammad dan Salazar justru beberapa kali saling menyalip saat sesi kualifikasi berlangsung.
Akibatnya, hasil yang didapat tidak maksimal. Muhammad hanya mampu berada di posisi ke-13 grupnya, Salazar di posisi ke-11, sementara Nahyl berhasil menempati posisi keempat.
“Dari situ dia mulai banyak berpikir dan sedikit kehilangan kepercayaan diri. Dampaknya langsung terlihat pada Heat 1, dia finis di posisi ke-19,” tutur sang ayah.

Namun, titik balik justru datang setelah balapan hari pertama usai. Bersama tim, seluruh data dievaluasi dan mental Muhammad kembali dibangun. Menurut sang ayah, bukan masalah kecepatan yang menjadi pekerjaan rumah terbesar, melainkan pola pikir pembalap muda tersebut.
Salah satu sosok yang memiliki peran besar dalam membangkitkan semangat Muhammad adalah sang bunda. Kalimat sederhana yang disampaikan setelah balapan hari pertama menjadi suntikan motivasi yang kemudian mengubah segalanya.
“Kamu mungkin merasa yang lain lebih hebat daripada kamu karena mereka sudah sering naik podium. Tapi yang perlu kamu tahu, semua di sini yakin kamu bisa mengalahkan mereka. team dan semua mekanik sedang menunggu kapan Wibowo menunjukkan kemampuannya, kapan Wibowo mengalahkan semuanya. Dan yang bisa menentukan itu hanya kamu, mau sekarang atau nanti.”

Ucapan tersebut perlahan mengubah pola pikir Muhammad. Ia kembali percaya dengan kemampuan yang dimilikinya.
“Kami akhirnya fokus membangun mindset. Karena kalau bicara speed dan performa kart, semuanya sebenarnya sudah di atas rata-rata,” lanjut sang ayah.
Persiapan mental itu semakin lengkap karena beberapa pekan sebelumnya Muhammad juga telah menjalani sesi latihan khusus bersama Coach Presley, tepatnya pada 8 Juli lalu. Evaluasi teknik dan penguatan mental dari latihan tersebut mulai menunjukkan hasil saat memasuki Heat 2 dan Heat 3.
Performa Muhammad pun meningkat drastis. Ia berhasil memperbaiki posisi start untuk Final dan membuka peluang melakukan sesuatu yang luar biasa.

Memulai balapan penentuan dari posisi ke-19, Muhammad langsung tampil agresif. Hanya dalam satu lap ia melesat ke posisi ke-10.
Persaingan sengit di kelompok depan beberapa kali memunculkan insiden antarpembalap. Muhammad memanfaatkan setiap celah dengan sangat tenang hingga pada lap kedua ia sudah menembus posisi tiga besar.
Momen penentuan terjadi di lap ketiga. Sebuah manuver bersih di tikungan terakhir mengantarkannya merebut pimpinan lomba.

Sejak berada di posisi terdepan, Muhammad tampil tanpa cela. Ia terus memperlebar jarak dan akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang dengan keunggulan fantastis 16,194 detik atas pembalap di posisi kedua—selisih yang sangat jarang terjadi dalam balapan gokart dengan level persaingan seketat ACI Karting.

Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kecepatan saja tidak cukup untuk menjadi juara. Mental yang kuat, dukungan keluarga, kerja keras tim, serta keyakinan pada kemampuan diri sendiri menjadi fondasi utama di balik salah satu comeback paling mengesankan yang pernah ditorehkan pembalap muda Indonesia di ajang karting Italia.

Perjalanan Muhammad di Eropa pun belum selesai. Tanpa banyak waktu untuk beristirahat, ia akan kembali turun pada IAME Series Italy Round 5 Night Race di Lonato, yang berlangsung pada 30 Juli–1 Agustus 2026. Setelah itu, Muhammad langsung bertolak ke Malaysia untuk mengikuti IAME Asia Series Round 5 di LYL International Karting Circuit pada 6–9 Agustus 2026, melanjutkan perjuangannya membawa nama Indonesia di pentas karting internasional. (Fajar Eko/Foto: Dok. Muhammad FA)
