Gilabalap.com – Perjalanan pembalap gokart muda Indonesia, Muhammad FA Wibowo, pada putaran ketiga Champions of the Future Academy Program 2026 di Sirkuit Viterbo, Italia (10-12 Juli 2026), penuh dengan cerita perjuangan. Menghadapi 36 pembalap terbaik dunia di kelas Mini 60, Muhammad berkali-kali memperlihatkan kecepatannya, meski hasil akhir belum sepenuhnya berpihak kepadanya.
Sejak sesi Qualifying Heat hari Sabtu, Muhammad sudah menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing di barisan depan. Memulai balapan dari grid kedua pada Qualifying Heat 1, ia langsung melesat sempurna begitu lampu start padam dan berhasil merebut posisi pertama.

Sayangnya, persaingan ketat membuat posisinya berubah sepanjang balapan. Sempat turun ke posisi kedua dan kembali bertarung di posisi tiga besar, petaka datang di lap terakhir. Muhammad terdorong keluar lintasan setelah bersenggolan dengan pembalap asal Inggris, Chester Forkes, sehingga harus puas terlempar hingga posisi ke-32 saat finis.

Meski hasilnya mengecewakan, kecepatan Muhammad tetap terlihat.
Memasuki Qualifying Heat 2, ia kembali memulai balapan dari grid kedua. Skenarionya hampir sama. Start yang impresif membuatnya langsung memimpin lomba di tikungan pertama. Namun kerasnya persaingan di kelompok depan membuatnya harus mengakhiri balapan di posisi ketiga.
Akumulasi hasil dari dua qualifying heat tersebut menempatkan Muhammad di peringkat ke-15, sehingga ia memulai Final 1 dari grid ke-15.

Di sinilah performa terbaiknya muncul.
Perlahan namun pasti, Muhammad mulai merangsek ke depan. Pada lap kedua ia naik ke posisi ke-14, lalu terus memangkas jarak dengan para pembalap di depannya. Bahkan pada lap ketiga, pembalap Indonesia ini mencatatkan fastest lap dengan waktu 1 menit 01,397 detik.
Konsisten menjaga ritme selama 13 lap, Muhammad berhasil melakukan comeback luar biasa dan menyentuh garis finis di posisi kelima.

Memasuki rangkaian balapan hari Minggu, tantangan kembali datang. Posisi start yang kurang menguntungkan membuat perjuangannya semakin berat.
Pada Qualifying Heat 1 Race 2, Muhammad memulai balapan dari posisi ke-27 dan mampu memperbaiki posisi hingga finis di urutan ke-19.
Namun pada Qualifying Heat 2 Race 2, ia kembali memulai dari grid ke-27 dan harus puas finis di posisi ke-31. Kondisi tersebut membuatnya kembali start dari posisi ke-27 pada Final 2, dan akhirnya menyelesaikan balapan di posisi yang sama.

Meski hasil hari Minggu belum sesuai harapan, performa Muhammad sepanjang akhir pekan tetap mendapat apresiasi dari sang ayah. Menurutnya, putranya sebenarnya sudah tampil maksimal dan hanya kurang beruntung akibat insiden di lintasan.
“Unlucky banget Om, finalnya tadi udah oke startnya, tapi ada yang spin di depan dia. Nothing more he could’ve done at that point.” ungkap sang ayah melalui pesan singkat.

Ia juga menilai persaingan di grup depan sangat memengaruhi hasil kualifikasi.
“Biasa gitu deh rombongan sama yang juara-juaranya, Schiling, Godschalk, Ilyas. Akhirnya mereka juga menyesal, enggak ada yang finis di depan semua. Pas qualifying mereka malah salip-salipan saat traffic lagi padat, akhirnya enggak dapat slipstream.”
Terlepas dari berbagai insiden yang terjadi sepanjang akhir pekan di Viterbo, hasil ini tetap menjadi modal penting bagi Muhammad FA Wibowo. Pembalap muda Indonesia tersebut kini menempati posisi kesembilan klasemen sementara Champions of the Future Academy Program 2026, dengan tiga putaran tersisa musim ini.

Peluang untuk terus merangsek ke papan atas klasemen masih terbuka lebar. Jika mampu menjalani akhir pekan yang lebih bersih tanpa insiden, bukan tidak mungkin Muhammad kembali memperlihatkan kecepatan yang selama ini sudah beberapa kali ia tunjukkan di level internasional. (Fajar Eko/ Foto: Dok. Muhammad FA)
