Gilabalap.com – Pembalap asal Indonesia, Benny Santoso, menutup musim TCR Asia 2025 dengan performa luar biasa di Zhuzhou International Circuit, China pada tanggal 31 OKtober – 2 November 2025. Membawa tim Z Speed Motorsport dengan mobil andalan Hyundai Elantra N TCR, Benny tampil konsisten sepanjang tiga race dan sukses menjadi yang terbaik di kelas TCR Asia.
Sirkuit Zhuzhou sendiri memiliki 14 tikungan dengan panjang 3.774 meter, menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh pembalap Asia dan dunia. Seri final ini juga digelar bersamaan dengan TCR World Tour, membuat tensi balapan semakin panas dan kompetitif.
Race 1: Konsisten dan Tenang, Benny Jadi yang Tercepat di Asia
Balapan pertama berlangsung di bawah langit mendung dengan kondisi lintasan tetap kering. Start dari posisi ke 15 secara Overall, Benny tampil konsisten sejak awal hingga akhir. Berkat ritme balap yang rapi dan minim kesalahan, pembalap Indonesia ini berhasil finis ke 15 overall dan menjadi juara pertama di kelas TCR Asia.
Di belakangnya, Chang Chien Shang (RevX Racing) menempati posisi ke-16, disusul Jiang Nan dan Diego Moran (DM23 Ecuador Racing) di posisi ke-17 dan ke-18.

Race 2: Hujan Deras Tak Hentikan Dominasi Benny Santoso
Balapan kedua digelar di bawah hujan deras yang menguji skill dan mental para pembalap. Namun Pengusaha asal Brebes justru tampil makin tajam. Start dari posisi ke 15, ia mampu menjaga ritme dan memanfaatkan momen ketika lawan-lawannya kesulitan menjaga grip di lintasan basah.
Hasilnya, Benny finis ke 14 overall dan kembali menjadi yang tercepat di kelas TCR Asia, mencatatkan kemenangan beruntun untuk Indonesia di Zhuzhou.

Race 3: Drama Safety Car dan Insiden
Pada race terakhir, Benny kembali start dari P15 overall dan langsung naik ke P14 di awal lomba. Namun drama terjadi ketika pembalap Argentina Ignacio mengalami masalah teknis yang menutupi jalur tikungan, memaksa Safety Car masuk ke lintasan.
Setelah safety car keluar dengan sisa waktu 11:36 + 1 lap, Benny sempat kehilangan posisi karena suhu ban belum optimal, bahkan mengalami insiden kecil yang membuatnya turun ke P16. hingga bendera finish dikbarkan ia berhasil finish diposisi ke 15 overall, serta juara ke 3 dkelas TCR Asia

Komentar Benny Santoso: “Hasil Sesuai Target, Tapi di Luar Ekspektasi!”
Usai balapan, Benny mengaku puas dengan pencapaiannya di seri penutup ini.
“Untuk hasil overall bagi saya sudah sesuai target. Dari awal tahun saya menargetkan untuk mempertahankan juara di cup class category dan bisa masuk top 3 overall,” ujar Benny.
Namun, hasil di Zhuzhou bahkan melebihi ekspektasinya:
“Race kemarin benar-benar di luar ekspektasi saya. Bisa juara 1 di Race 1 dan Race 2 itu luar biasa. Sebenarnya Race 3 juga hampir menang, tapi karena ada safety car dan saya kurang memanaskan ban, handling jadi kurang optimal saat restart,” jelasnya.

Benny juga menyoroti ketatnya persaingan sepanjang musim ini, terutama di Korea dan China.
“Balapan tahun ini sangat ketat. Di Korea banyak pembalap lokal yang juga reguler di TCR Europe, sementara di China pesertanya jauh lebih ramai. Itu membuat level kompetisi TCR Asia semakin tinggi,” katanya.
Selain itu, Ia merasa termotivasi ketika berlomba satu lintasan dengan pembalap TCR World Tour.
“Buat saya, gabung dengan WTCR jadi motivasi besar. Saya selalu menargetkan gap waktunya jangan terlalu jauh sama mereka – biar nggak malu-maluin,” ujarnya sambil tertawa.

Sedangkan untuk tahun depan akan fokus balap di TCR Asia.
“Tahun depan kemungkinan masih lanjut di TCR Asia, dan kalau cocok mungkin juga ikut BRZ Series Mandalika,” ungkapnya. (Jarwo/ Foto : Bayu Sulistyo)
Hasil Akhir Benny Santoso – TCR Asia Final Round Zhuzhou
Race 1: P15 Overall / Juara 1 TCR Asia
Race 2: P14 Overall / Juara 1 TCR Asia
Race 3: P15 Overall / Juara 3 TCR Asia
