gilabalap.com – Hasil kurang menggembirakan harus diterima pembalap muda nasional Rex Alexander Symour saat turun di ajang lanjutan IAME Asia Final 2025 yang digelar di Kartodromo De Coloane, Macau, 14 Desember 2025. Turun di kelas X30 Cadet, Rex harus mengakhiri langkahnya lebih cepat dan gagal menembus babak final.
Pembalap berusia 10 tahun yang akrab disapa Rex ini sejatinya datang dengan persiapan matang. Namun, situasi di luar kendali membuat performanya jauh dari harapan. Sang ayah, Nando, mengungkapkan ada kendala teknis besar yang terjadi bahkan sebelum balapan dimulai.

Suasana IAME Asia Final 2025 (Foto: Dok. IAME)
“Untuk balapan kali ini bisa dibilang gagal. Mesin yang sudah dituning tidak bisa sampai ke trek tepat waktu karena kapal yang membawa mesin terkena badai. Akhirnya Rex harus menggunakan mesin baru yang masih standar, jadi jelas tidak bisa tampil maksimal,” ujar Nando.
Dengan kondisi tersebut, Rex hanya mampu bertahan hingga sesi heat. Tantangan belum berhenti sampai di situ. Insiden pada bemper kart turut memperberat situasi, sementara ketersediaan parts di Macau sangat terbatas.
“Ketika sampai heat, bemper sempat bolong. Di sana tidak ada parts Intrepid, jadi mau tidak mau harus beli bemper OTK. Sudah saya pasang berikut parts lainnya, tapi Rex bilang tidak usah buang-buang uang lagi. Mengejar ke final juga sudah tidak mungkin, dan bemper OTK itu kalau dibawa ke Indonesia juga tidak bisa dipakai. Wasting money,” cerita Nando.

Keputusan tersebut akhirnya dihormati sang ayah. Bukan sekadar soal hasil, tetapi cara berpikir Rex di usia yang masih sangat muda justru menjadi catatan positif dari akhir pekan balap ini.
Masalah utama tetap pada performa mesin. Nando mengakui mesin yang digunakan Rex memang jauh dari ekspektasi. Kondisinya masih baru, kompresi belum stabil, waktu run in pun tidak mencukupi sebelum langsung dipacu di level kompetisi internasional.
“Jujur memang mesin yang dipakai Rex jauh dari harapan. Kompresinya terus turun karena masih baru, ditambah run in tidak cukup dan langsung digeber. Hasilnya malah jadi jelek,” tambahnya.
Menariknya, mental Rex justru menunjukkan kedewasaan di atas usianya. Saat ditanya apakah ia merasa kecewa atau down dengan hasil tersebut, jawabannya cukup mengejutkan.
“Aku tanya ke dia, ‘kamu bete dan down apa nggak?’ Dia jawab, ‘kenapa down? Biasa saja. Bukan salah aku kan kalah. Kalau gara-gara aku nyetir salah, baru aku bete. Tapi ini aku sudah usaha maksimal dan salahnya dari tim yang urus mesin,’” tutur Nando.

Nando Sang Ayah bersama Istri dan Rex (Foto: Fajar Eko)
Ke depan, fokus Rex akan kembali ke kompetisi nasional. Apalagi, saat ini sang pembalap cilik juga tengah menikmati tantangan di cabang olahraga lain.
“Fokus nasional dulu. Anak juga lagi gila golf. Hari Senin ini malah mau ikut turnamen golf junior,” tutup Nando.
Meski hasil di Macau belum sesuai harapan, akhir pekan ini justru memperlihatkan satu hal penting: kedewasaan mental Rex Alexander Symour sebagai pembalap muda. Sebuah modal berharga untuk perjalanan panjang karier balapnya ke depan. (Fajar Eko)
