gilabalap.com – Usia boleh bertambah, status boleh kakek yg sudah memiliki cucu, tapi soal nyali di lintasan balap, H. Suryo Prabowo jelas belum habis. Pengusaha yang berkecimpung di sektor pertambangan, pelabuhan, hingga perhotelan ini kembali menunjukkan mental baja saat turun di kelas ITCR 3600 pada ajang Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2025.
Balapan yang berlangsung pada 12–13 Desember 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi pembuktian bahwa Om Suryo—sapaan akrabnya—masih layak diperhitungkan. Bersama Indostar Motorsport, ia menggeber Mercedes-Benz W211 E320, sedan bertenaga yang jadi senjata andalannya sepanjang musim.

Perjuangan Om Suryo di MFOS 2025 jelas tidak datang dengan kondisi ideal. Pada seri 4 sebelumnya, ia sempat mengalami crash yang cukup parah hingga harus mengakhiri balapan lebih cepat. Waktu persiapan pun super mepet, hanya sekitar empat minggu untuk membangkitkan kembali mobil balapnya ke kondisi kompetitif.
“Untuk pencapaian tahun ini walaupun belum maksimal, karena hanya punya waktu empat minggu untuk memperbaiki mobil balap setelah crash, alhamdulillah masih dapat poin di Kejurnas dan podium 2 serta 1 di kelas MFOS Sport,” ungkap Om Suryo.

Masuk ke seri 5 MFOS 2025, tantangan belum berhenti. Cuaca panas ekstrem memaksa tim mengambil keputusan berani dengan tetap menggunakan ban intermediate, berjaga-jaga jika hujan datang tiba-tiba. Strategi ini jelas penuh risiko, apalagi kondisi suspensi tidak sepenuhnya prima dan suhu kabin mobil yang terasa luar biasa panas.
“Saat cuaca panas kita sedikit paksakan dengan ban intermediate, mengingat untuk jaga-jaga apabila hujan tiba-tiba lagi. Tapi alhamdulillah walaupun suspensi sedikit bermasalah dan suhu dalam kabin mobil luar biasa panasnya, tetap bisa podium 2,” jelasnya.
Hasilnya, seri 5 ditutup dengan Podium 2 di kelas MFOS Sport sekaligus mengamankan poin Kejurnas—hasil yang terasa manis mengingat kondisi teknis yang jauh dari sempurna.
Drama berlanjut di seri 6. Hujan turun dan membuat balapan berjalan dalam kondisi tricky, bahkan start harus dilakukan di belakang safety car. Lagi-lagi, masalah suspensi masih menghantui. Namun justru di situlah kejutan datang.
“Sementara seri 6 karena kondisi hujan, bahkan dengan sedikit masalah di suspensi serta start dengan safety car, alhamdulillah tetap dapat poin Kejurnas. Bahkan di luar dugaan bisa podium 1 di kelas MFOS Sport,” lanjut Om Suryo dengan nada puas.


Podium pertama di seri pamungkas MFOS 2025 menjadi penegasan karakter Om Suryo Prabowo: pantang menyerah, berani ambil risiko, dan tetap dingin di situasi sulit. Sosok kakek yg sdh memiliki cucu yang tetap trendy ini membuktikan bahwa balap mobil bukan soal usia, tapi soal mental, konsistensi, dan keberanian menekan gas sampai garis finis.
