gilabalap.com – Ajang ESHARK Year End Race 2025 tak hanya menjadi penutup musim balap gokart nasional, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi para pendatang baru. Salah satu cerita menarik datang dari dua rookie asal Sulawesi Selatan yang berani menantang ketatnya persaingan di International Karting Circuit, Bogor, pada 14 Desember 2025.
Adalah Joaquin Gavriel Wijaya yang akrab disapa Jojo, serta Natasha Ramadani Taqwa alias Caca, dua pembalap muda Sulsel yang menjalani debut mereka di level nasional. Meski harus menempuh perjalanan jauh dari luar Pulau Jawa, keduanya tampil solid di kelas Rookie dan mampu menembus barisan depan.

Joaquin Gavriel Wijaya (Jojo)
Jojo menuntaskan balapan dengan finis di posisi keempat, sementara Caca mengamankan posisi kelima. Hasil ini menjadi sinyal positif bahwa pembinaan karting di Sulsel mulai menunjukkan arah yang menjanjikan, meski status mereka masih sebagai pendatang baru di lintasan Sentul.

Natasha Ramadani Taqwa (Caca)
Manajer Tim Sulawesi Selatan sekaligus pengurus IMI Sulsel, Sofyan Latif, mengaku cukup puas dengan pencapaian tersebut. Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah evaluasi penting yang harus dibenahi ke depan.
“Untuk evaluasi event kemarin, kami cukup senang Jojo bisa finis di peringkat keempat dan Caca di peringkat kelima. Tapi melihat hasilnya, mereka berdua harus lebih giat lagi latihan, memperbanyak jam terbang, dan yang paling penting meningkatkan fisik serta mental,” ungkap Sofyan Latif.
Lebih lanjut, Sofyan Latif juga membeberkan rencana pengembangan Jojo untuk musim balap 2026. Mengingat usianya yang masih 14 tahun, Jojo akan tetap berlaga di kelas Rookie sebelum diproyeksikan naik ke kelas Junior.

Jojo meraih podium ke 4 & Caca Meraih podium ke 5
“Tahun depan Jojo akan mengikuti kelas Rookie dulu, setelah itu baru ke Junior. Untuk event, rencananya Jojo akan mengikuti full seri Kejuaraan Nasional dan mungkin beberapa seri kejuaraan Asia, lebih untuk menambah pengalaman,” tambahnya.
Berdasarkan data yang ada, persaingan di kelas Rookie terbilang sangat ketat. Selisih best lap masih berada di kisaran dua detik, sementara Jojo sendiri baru empat kali menjajal aspal Sentul. Meski begitu, status sebagai pendatang baru tidak membuat tim Sulsel gentar.
“Kami memang pendatang baru, tapi tetap optimis bisa bersaing di kelasnya nanti,” lanjut Sofyan.
Soal target, tim memilih pendekatan realistis. Fokus utama Jojo adalah menambah pengalaman dan jam terbang menghadapi pembalap-pembalap senior yang sudah lama mengenal karakter lintasan Sentul.
“Target Jojo tidak muluk-muluk. Tahun depan adalah event perdana Kejurnas baginya, semoga bisa bersaing dengan pembalap senior, memperbanyak pengalaman, dan kalau bisa juara tentu alhamdulillah itu jadi bonus,” tutupnya.

Sofyan Latif (Tengah) bersama 2 pembalap Sulsel
Dengan modal semangat, evaluasi yang tepat, serta dukungan tim yang solid, Jojo dan Caca berpeluang menjadi warna baru di peta persaingan gokart nasional. Sulawesi Selatan datang bukan sekadar meramaikan, tetapi siap ikut bertarung di level tertinggi. (Fajar Eko)
