Gilabalap.com – Gokart Racing Competition yang digelar Sulawesi Karting Race (SKR) sukses menyelesaikan putaran keduanya di Sirkuit Karaeng Mallombasang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (13/9/2026).
Kejuaraan yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi salah satu wadah bagi komunitas karting di Sulawesi Selatan untuk menyalurkan hobi sekaligus mengembangkan kemampuan di lintasan. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, Gokart Racing Competition SKR digelar dalam tiga putaran dengan lokasi sirkuit yang berbeda.

Round 1 sebelumnya berlangsung di Sirkuit Atakkae, Sengkang, Kabupaten Wajo. Kemudian Round 2 digelar di Sirkuit Karaeng Mallombasang, Pangkep. Sementara putaran ketiga sekaligus final akan berlangsung di Sirkuit Titik Nol, Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba.

Komisi Karting IMI Sulawesi Selatan, H. Sofyan Syam, SE, M.Si, mengatakan kejuaraan tahun ini mempertandingkan sejumlah kelas yang cukup beragam. Mulai dari kelas All Kart 125 cc, Vortex, Rotax, Junior, Wanita, 80 Up Kg hingga Fastest of the Day.
“Yang kami perlombakan kelas All Kart 125 cc, kelas Vortex, kelas Rotax, kelas Junior, kelas Wanita, kelas 80 Up Kg, dan Fastest of the Day,” ungkap H. Sofyan Syam.

H. Sofyan Syam, SE, M.Si, saat membagikan piala
Menariknya, khusus di kelas dewasa, peserta memiliki kesempatan untuk mengikuti lebih dari satu kategori. Seorang pegokart dapat turun di kelas Vortex, Rotax maupun All Kart 125 cc.
Format kompetisi yang digunakan juga cukup berbeda. Gokart Racing Competition SKR menerapkan sistem Time Attack, di mana setiap peserta berusaha mencatatkan waktu tercepat untuk menjadi yang terbaik.

Menurut H. Sofyan Syam, format tersebut disesuaikan dengan kondisi sirkuit yang digunakan. Dengan keterbatasan fasilitas dan karakter lintasan yang belum sepenuhnya ideal untuk pertarungan langsung antarpembalap, sistem Time Attack dipilih sekaligus untuk meminimalkan potensi insiden di lintasan. Selain itu, format tersebut memberikan keleluasaan bagi peserta untuk mengikuti beberapa kelas.

Memasuki Round 2, antusiasme pegokart Sulawesi Selatan justru menunjukkan peningkatan. Kehadiran pendatang baru serta munculnya gokart-gokart baru menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga karting di wilayah tersebut.
“Antusias pegokart Sulsel tambah meningkat, banyaknya pendatang baru dan bermunculan gokart-gokart baru. Round ini diisi 30 starter dengan jumlah peserta 16 orang,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Gokart Racing Competition SKR memang dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan dan merangkul komunitas karting dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Ajang ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarkomunitas sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem karting yang semakin ramai dan berkembang di Sulawesi Selatan.

Setelah dua putaran berlangsung, perhatian kini tertuju pada seri pamungkas. Round 3 sekaligus final dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 di Sirkuit Titik Nol, Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba.
Berbeda dari dua putaran sebelumnya, seri penutup akan mengusung tema “Holiday in Racing Disguise”. Konsep tersebut diharapkan memberikan suasana yang lebih menarik dengan memadukan aktivitas balap dan nuansa liburan di kawasan wisata Tanjung Bira.
Bagi Komisi Karting IMI Sulsel dan komunitas Sulsel Karting Racing, keberlangsungan kompetisi ini bukan hanya tentang mencetak pemenang di lintasan. Lebih jauh, SKR ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai pintu masuk bagi semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan terjun ke dunia karting.

“Harapan dari Komisi Karting IMI Sulsel dan komunitas Sulsel Karting Racing (SKR), supaya banyak peminat balap gokart/karting di Sulsel. Menumbuhkan bibit-bibit baru dari Provinsi Sulawesi Selatan,” tutup H. Sofyan Syam. (Fajar Eko/Foto: Dok.SKR)
