Gilabalap.com – Pembalap gokart muda Indonesia, Zavian Fabrizio Santoso, sukses menutup musim Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ESHARK ROK Cup Indonesia 2026 dengan pencapaian membanggakan.
Zavian berhasil merebut gelar Juara Nasional kelas Junior Rok 2026 sekaligus mengamankan tiket menuju ROK Superfinal di South Garda, Lonato, Italia, yang dijadwalkan berlangsung pada 13–17 Oktober mendatang.

Gelar tersebut dipastikan setelah Zavian menjalani putaran terakhir ESHARK ROK Cup Indonesia 2026 yang berlangsung di Sentul Karting Circuit, Citeureup, Bogor, 5–6 September 2026. Penyerahan trofi juara nasional kemudian digelar di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Minggu (6/9/2026) malam.
Perjalanan Zavian menuju gelar juara nasional tidak berjalan mudah. Konsistensi menjadi salah satu kunci keberhasilannya sepanjang musim, meski sempat menghadapi situasi sulit pada beberapa seri terakhir.

Pada putaran pertama, Zavian mengawali musim dengan finis di posisi ketiga. Ia kemudian bangkit dengan meraih kemenangan pada Round 2 dan Round 3.
Namun, momentum tersebut sempat terganggu ketika Zavian harus menerima diskualifikasi pada Round 4, yang membuatnya kehilangan cukup banyak poin dalam klasemen.
Tak menyerah, putra pembalap nasional Benny Santoso itu mampu kembali menunjukkan performa kuat. Zavian finis ketiga pada Round 5, sebelum menutup seri final dengan finis P2.
Hasil tersebut akhirnya cukup untuk mengantarkannya menjadi pengumpul poin terbaik dan merebut gelar Juara Nasional Junior Rok 2026.

Berjuang di Tengah Masalah Teknis
Kesuksesan Zavian semakin spesial karena perjuangannya pada akhir pekan final juga tidak berlangsung mulus. Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, Zavian menceritakan bagaimana dirinya harus berjuang menghadapi masalah teknis sepanjang balapan.
“The Pre final race tested us in ways we never saw coming. From the moment the lights go out, the kart wasn’t giving me the pace we needed, and we spent every single lap battling mechanical issues that threatened to make us lose but I kept pushing on the track, pushing the kart to its absolute limit just to stay in the fight.”
Pada Final, Zavian kembali menunjukkan mental juara. Ia mampu mengamankan posisi kedua atau P2, dengan selisih waktu kurang dari satu detik dari pembalap di depannya.
“Even though we didn’t get the win in the final, crossing the line in a hard-fought P2, with a gap less than 1 tenth of a second but we won the war.”
Menurut Zavian, hasil tersebut bukan sekadar finis kedua, tetapi menjadi hasil penting yang memastikan gelar juara nasional.
“That second-place finish was pure grit, determination, and refusal to back down. It was enough to secure the ultimate prize: the National Championship title.”
Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga, tim, dan pelatih yang terus memberikan dukungan sepanjang musim.
“This trophy belongs to my incredible team, my family, and my coach who never stopped believing, even when the odds were stacked against us.”
Dalam unggahan yang sama, Zavian juga mencatat hasil yang cukup konsisten pada akhir pekan final, yakni QTT P2, Heat P2, Pre Final P2, dan Final P2, sebelum akhirnya memastikan posisi pertama dalam klasemen nasional.

Target Berikutnya, ROK Superfinal di Italia
Usai mengamankan gelar nasional, tantangan berikutnya sudah menanti Zavian. Tiket menuju ROK Superfinal di South Garda, Italia, menjadi hadiah berikutnya dari keberhasilannya menjuarai Junior Rok Indonesia.
Saat dihubungi redaksi Gilabalap.com, sang ayah, Benny Santoso, mengaku bersyukur karena target Zavian musim ini berhasil tercapai meski perjalanan yang dilalui cukup berat.
“Tahun ini Alhamdulillah sesuai target walaupun cukup berat kendala yang dihadapi Zavian. Tahun depan Insya Allah full IAME Asia, kalau nggak bentrok dengan ESHARK, dan mungkin akan testing F4 di Asia beberapa kali. Belum ikut full, baru rencana mau testing-testing aja di China.”

Untuk menghadapi ROK Superfinal, persiapan fisik dan menjaga feeling terhadap gokart menjadi perhatian utama.
“Untuk tiket ROK Super Final, Insya Allah berangkat. Persiapan yang pasti fisik dan tetap nyetir gokart every week biar nggak hilang feel,” ujar Benny.
Benny juga menyebut Zavian banyak mendapatkan pembelajaran dari pembalap muda Indonesia lainnya, salah satunya Oliver.
“Banyak belajar dari Oliver dan sebenarnya kalau nggak ada hitungan poin mungkin akan lebih all out, tapi karena ada yang dituju sedikit ditahan.”

Setelah sukses menjadi juara nasional di kelas Junior Rok, musim depan Zavian akan menghadapi tantangan baru dengan naik kelas ke kategori Senior.
Dengan modal gelar juara nasional, pengalaman menghadapi tekanan perebutan poin, serta tiket menuju ROK Superfinal Italia, Zavian kini memiliki kesempatan untuk kembali menguji kemampuannya di level internasional. (Fajar Eko/Foto: Fajar)
