Gilabalap.com – Usianya baru satu tahun, namun kiprah Dewa United Karting di ajang balap gokart nasional sudah mampu mencuri perhatian. Hadir sebagai tim baru, Dewa United tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu kekuatan baru di dunia karting Indonesia.
Dilaunching pada 29 Maret 2026, Dewa United Karting langsung mengambil peran penting dalam pembinaan pembalap muda. Hasilnya pun terbilang istimewa. Di musim perdananya, tim yang dinahkodai Keanon Santoso, mantan pembalap Formula 4 dan Formula Renault, berhasil mengamankan gelar Team Championship Kejuaraan Nasional Karting 2026.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran Dewa United Karting bukan sekadar untuk meramaikan persaingan. Sejak awal, tim ini membawa visi untuk membangun fondasi pembinaan pembalap sekaligus memberikan ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkembang dan menunjukkan potensinya.
Menariknya, Dewa United Karting menurunkan pembalap di seluruh kelas yang dipertandingkan dalam Kejuaraan Nasional. Mulai dari Mini ROK, Junior ROK, Senior ROK hingga Shifter 150.
Di kelas Mini ROK, Dewa United diperkuat Jacky Lim, Darren Arthur Gani, Morgan Holindo Sonmoahi, Oliver King Yuwono, dan Raja Araia Suryanegara. Sementara di Junior ROK terdapat Abraham Benedict dan Oliver Sini.
Untuk kelas Senior ROK, Dewa United menurunkan Danish Irwan Chen Riuyi dan Sebastian Kennard Tamutuan, sedangkan kelas Shifter 150 diwakili Romy Tahrizi.

Darren Arthur Gani ( Foto: Fajar Eko )
Dari Pendatang Baru Menjadi Penghasil Talenta
Salah satu hal yang membuat kiprah Dewa United Karting menarik adalah keberanian tim memberikan kesempatan kepada pembalap-pembalap muda yang masih relatif baru di dunia gokart.
Nama Darren Arthur Gani menjadi salah satu contohnya. Tahun sebelumnya, Darren bahkan baru sekitar empat bulan mengenal gokart. Namun, dalam waktu singkat ia mampu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat.
Darren secara mengejutkan mampu menembus posisi ketiga overall ROK Cup Asia. Performa tersebut kemudian berlanjut ketika ia memperluas pengalaman balapnya dengan mengikuti seri IAME Asia dan Eropa, termasuk mencatatkan hasil impresif dengan sempat menduduki posisi kedua di ajang Asia.

Kini, Dewa United kembali memperlihatkan bahwa regenerasi pembalap muda bukan sekadar slogan.
Nama berikutnya yang mulai mencuri perhatian adalah Morgan Holindo Sonmoahi. Pembalap muda ini bahkan belum genap satu tahun mengenal gokart, namun sudah mampu bersaing di level Kejuaraan Nasional.

Morgan Holindo (Foto : Fajar Eko)
Hasilnya pun mengejutkan. Morgan berhasil mengakhiri musim dengan menempati peringkat kedua overall kelas Mini ROK Kejurnas ESHARK ROK Cup Indonesia 2026.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan Dewa United dalam mengembangkan pembalap yang masih berada di tahap awal karier. Dengan program, pendampingan, serta pengalaman balap yang diberikan, talenta muda mampu berkembang menjadi kompetitor serius dalam waktu relatif singkat.
Junior ROK Juga Melahirkan Penantang Baru
Cerita positif Dewa United tidak berhenti di kelas Mini ROK. Di kelas Junior ROK, muncul pula nama Abraham Hutapea, yang tampil konsisten sepanjang musim dan berhasil mengamankan posisi runner-up Kejurnas 2026.

Abraham Benedict (Foto : Fajar Eko)
Hasil tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi Abraham untuk membawa nama Indonesia ke level internasional. Ia berhak mewakili Indonesia di ajang Super Final ROK Cup di South Garda, Italia.
Dengan demikian, Dewa United Karting tidak hanya mengejar hasil kejuaraan untuk tim, tetapi juga mulai menghasilkan pembalap-pembalap yang memiliki potensi untuk membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

Abraham Benedict (Foto : Fajar Eko)
Fondasi Baru Karting Indonesia
Keberhasilan meraih Team Championship pada musim pertama tentu menjadi pencapaian penting. Namun, yang lebih menarik adalah bagaimana Dewa United Karting membangun komposisi tim dengan menggabungkan pembalap muda potensial di berbagai jenjang kelas.
Dewa United Karting juga mulai menyiapkan Jacky Lim sebagai salah satu kekuatan baru tim untuk musim depan. Talenta muda tersebut kini terus digodok dan diberikan pengalaman balap untuk semakin matang menghadapi persaingan yang lebih tinggi.

Jacky Lim (Foto : Fajar Eko)
Di bawah arahan Keanon Santoso, pengalaman dari dunia formula kini diterapkan dalam proses pembinaan pembalap-pembalap muda. Hasil yang terlihat sepanjang musim 2026 menjadi sinyal positif bahwa proyek Dewa United Karting memiliki fondasi yang cukup kuat untuk berkembang lebih jauh.

Satu tahun memang masih terlalu dini untuk menyebut sebuah tim sebagai kekuatan besar. Tetapi jika melihat bagaimana Dewa United memulai debutnya, meraih Team Championship, sekaligus melahirkan nama-nama baru seperti Darren Arthur Gani, Morgan Holindo Sonmoahi, Jacky Lim dan Abraham Hutapea, tim ini sudah memberikan indikasi kuat bahwa mereka datang dengan proyek yang serius.
Musim pertama telah memberikan hasil. Tantangan berikutnya adalah bagaimana Dewa United Karting menjaga konsistensi sekaligus terus menemukan dan mengembangkan talenta-talenta baru. (Jarwo/ Foto: Fajar Eko)
