gilabalap.com – Performa impresif kembali ditunjukkan pembalap muda Indonesia Oliver Rito Sini di ajang WSK Final Cup 2025 yang berlangsung di Sirkuit Cremona, Italia (10/11). Turun di kelas OK Junior bersama tim Tony Kart, Olie tampil cepat dan konsisten sepanjang akhir pekan, meski harus menelan hasil pahit akibat insiden di babak prefinal dan final.
Pembalap muda Indonesia, Oliver Rito Sini, kembali tampil di ajang WSK Final Cup 2025 yang berlangsung di Sirkuit Cremona, Italia (10/11). Event yang kini memasuki round 2 ini menjadi ajang pembuktian ketatnya persaingan antar pembalap muda dunia.

Turun di kelas OK Junior, Oliver harus bersaing dengan 79 pembalap dari berbagai negara yang kemudian diseleksi hingga menyisakan 36 pembalap terbaik. Namun performa solid ditunjukkan Olie (sapaan akrabnya) sejak awal.
Dalam sesi Qualifying Practice, Oliver tampil cepat dengan finish berada diposisi 3 di grup pertama, dan berada di peringkat 5 secara keseluruhan, dan masuk ke grup A untuk sesi Eliminatory Heat.
Pada Eliminatory Heat, Olie menunjukkan konsistensi tinggi dengan hasil:
Heat A-B finis posisi 2
Heat A-C finis posisi 7
Heat A-D finis posisi 3
Dengan hasil tersebut, Oliver sukses lolos ke babak Prefinal dengan posisi keseluruhan berada diposisi ke 3 di klasemen sementara.

Namun nasib berkata lain di sesi Prefinal Grup A. Olie mengalami insiden dengan rekan setimnya di Tony Kart, Julian Frasnelli, yang membuatnya keluar lintasan dan menabrak pembatas trek. Akibat insiden tersebut, Olie gagal melanjutkan balapan.
“Tadi juga sempat adu mulut di paddock sekitar 15 menitan, tapi setelah itu mereka main bola bareng lagi. Namanya juga anak-anak. Ini jadi bukti kalau di luar trek bisa tetap teman baik, tapi begitu di dalam trek… ora urus, hahaha,” ujar sang ayah, Rito Sini, sambil tertawa.

Akibat insiden itu, Oliver harus memulai balapan final dari posisi ke-15. Saat lampu start padam, persaingan langsung panas. Kontak antar pembalap terjadi sebelum tikungan pertama dan membuat chassis gokart Oliver bengkok. Meski sempat naik ke posisi 7, performanya menurun hingga akhirnya finis di posisi 27.
“Untuk podium memang belum jodoh. Tapi Olie sudah berjuang sejak kualifikasi dan heat eliminasi dengan performa yang dominan di depan. Sayang saja prefinal dan final mendapatkan insiden. Tapi setidaknya dia turun posisi karena insiden, bukan karena performa,” tambah sang ayah.

Selama hampir tiga tahun bersama Tony Kart, Oliver terus menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa podium telah ia raih di berbagai ajang Eropa.
Saat ditanya soal rencana tahun depan apakah akan stay, sang ayah hanya tersenyum dan menjawab singkat,
“Hehehe… tunggu announcement dari Olie aja,” tutupnya. (Foto : Dok.Oliver)
