gilabalap.com – Aldy Jaya Racing School kembali mencuri perhatian pada gelaran D’Event 2026 Round 1 yang berlangsung di Sentul International Karting Circuit, Bogor, Sabtu (1/2/2026). Sekolah balap pendatang baru ini menurunkan enam pembalap cilik yang tampil kompetitif di berbagai kelas dan sukses membawa pulang sejumlah podium.
Aldy Jaya Racing School sendiri merupakan sekolah balap yang berasal dari Supiori, dengan base camp di Sentul International Circuit, paddock support nomor 25, serta berada di bawah bimbingan langsung IMI DKI. Meski baru memulai kiprah di dunia balap motor nasional, tim ini tak sekadar hadir untuk meramaikan persaingan.

Salah satu rider andalan tim, Giovanni Aldy Patulak (8 tahun), tampil cukup sibuk dengan turun di tiga kelas sekaligus. Di kelas Open 150 cc, Giovanni harus mengakhiri balapan lebih awal akibat DNF. Namun ia mampu bangkit dengan finis posisi keempat di kelas Open 250 cc, serta meraih juara dua di kelas Pocketbike Pro Max 12 Tahun.
Hasil positif juga diraih Alfikri Maulana (8 tahun) yang tampil konsisten di kelas Pocketbike Rookie dan berhasil mengamankan posisi ketiga. Sementara itu, Rayyan (8 tahun) menunjukkan progres positif dengan finis juara tiga di kelas Pocketbike Beginner.

Sorotan utama datang dari pembalap termuda tim, Devan Melvino (6 tahun). Turun di kelas Pocketbike Beginner, Devan tampil impresif dan sukses keluar sebagai juara pertama, menjadi salah satu pembalap paling mencolok dari Aldy Jaya Racing School pada seri pembuka ini.

Tak kalah menarik, Arvan Marques (11 tahun) tampil dominan di kelas motor besar. Arvan sukses meraih juara pertama di kelas Sport 4 Tak 150 Pemula, serta menambah podium dengan finis juara tiga di kelas Sport 4 Tak 150 Open. Sementara itu, Arshaka Randi Aiden (8 tahun) yang turun di kelas Bebek 4 Tak 150 Com Pro harus puas finis di posisi ketujuh, namun tetap menunjukkan potensi untuk berkembang.

Meski berhasil mengoleksi podium, Suyoso, selaku manajer Aldy Jaya Racing School, mengungkapkan bahwa timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk dibenahi ke depan.
“Untuk hasil, belum memuaskan, karena sebenarnya di event kali ini tujuan utama adalah untuk menambah jam terbang pembalap-pembalap kami, meskipun tetap berharap podium di setiap kelas. Kami juga menyadari bahwa di setiap race, hal-hal di luar prediksi maupun teknis bisa saja terjadi. Untuk itu kami berbesar hati menerima pencapaian saat ini, dengan visi ke depan agar tim lebih siap, lebih tertata, dan mampu membaca segala kemungkinan baik dan buruk, sehingga bisa meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan. Kami akan terus berusaha meningkatkan kemampuan rider dan kekompakan tim agar ke depannya semakin solid,” ungkapnya.

Suyoso juga menyampaikan apresiasi khusus kepada pihak yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap tim.
“Saya atas nama pribadi dan tim mengucapkan terima kasih kepada Owner kami, Bapak Aldy beserta Ibu, yang sudah begitu banyak mensupport kami. Semoga beliau selalu sehat, dan kami mampu memberikan yang terbaik untuk Aldy Jaya Racing School di kesempatan yang akan datang,” tambahnya.

Dengan komposisi pembalap muda bertalenta dan manajemen yang terus berbenah, Aldy Jaya Racing School perlahan menunjukkan bahwa mereka layak diperhitungkan di kancah balap motor nasional. Seri pembuka ini menjadi langkah awal yang menjanjikan menuju kiprah yang lebih solid di event-event berikutnya. (Fajar Eko)
