Gilabalap.com – Seri Pamungkas Gelaran Kejurnas Speed Offroad Indonesia X-Offroad Racing yang berlangsung akhir pekan lalu (22-23/11) di Sirkuit Banjarbaru Kalimantan Selatan, menyajikan banyak pertarungan seru.
Tak hanya mobil-mobil unggulan berkapasitas mesin besar, namun tak kalah menariknya kelas 1000cc karburator, dimana yang diisi sebagian besar peserta lokal, menjadikan kelas ini ajang pertaruhan gengsi dari 3 daerah peserta yaitu Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan tuan rumah Kalimantan Selatan.
Salah satu peserta yang menarik untuk disimak adalah Nicolas Edwin Pattiasina, speed offroader andalan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini muncul digaris start dengan mesin 1000cc two barrel, walau masih terdapat kendala dimesin baru yang disokong oleh tim besar Banteng Motorsport, namun pada hari pertama Jimny Jangkrik LJ80-V fenomenal dengan balutan karat disekujur tubuhnya ini mampu bertengger sementara diurutan 5 kelas G2.1.
Hari ke-2 (SS-3) Jangkrik321 berhadapan dengan peserta asal tim Banten Offroad yang merupakan peserta kelas G2.2 satu tingkat diatas kelas Jangkrik321.
Tampil ngotot dengan kolaborasi apik bersama Co-Driver Ester Christiani, Jangkrik321 terlebih dahulu unggul sebelum terjungkal disebuah tikungan kiri cepat, kemudian jumping dengan posisi sliding, mobil menjadi uncontrol menghajar berm kanan, counter balik, menghajar berm kiri dimana terdapat alur cerukan memanjang, dan roda kiri belakang terperosok dan berakhir dengan terungkit keras kedepan, salto dan rebah kekanan.
Tak mau menyerah, Jangkrik321 tetap melanjutkan lomba hingga finish dengan kondisi per belakang patah, tidak hanya sampai disitu, Jangkrik321 mampu memberikan hiburan kepenonton dengan menyajikan adegan menyusul salah satu peserta didepannya menjelang finish.
SS-4, Jangkrik321 tetap tampil habis-habisan untuk membuktikan kalau KPK Motorsport masih ada.
“Inilah Speed Offroad Indonesia, diperlukan Fighting spirit yang tinggi dalam menjalani olah raga extreme yang penuh dengan perjuangan mengatasi segala kendala yang menghadang,” ujar Pria ramah ini, yang biasa dipanggil Om Nico.
Nicolas Edwin Pattiasina dan Mekaniknya



