gilabalap.com – Belum lagi para peserta dilepas menuju SS, terjadi drama baru. Pada km 45 Rudy Poa menghubungi tim pendukung dan memberitahukan bahwa rantainya putus. Tim pendukung segera melakukan pencarian spare part yang dibutuhkan di sekitar Petchabun.
Sulit untuk mendapatkan yang dibutuhkan namun beruntung pagi itu terdapat beberapa tim service lain yang melintasi jalan di mana Rudy berhenti di pinggir jalan. Rudy akhirnya mendapatkan rantai baru, tetapi ia telah kehilangan waktu hampir 2 jam. Baru saja ia memacu motornya untuk melanjutkan perjalanan menuju garis SS5, kini giliran shifter persnelingnya yang bikin ulah.
Perbaikan kembali dilakukan hingga ia semakin banyak kehilangan waktu. Ia sempat ragu apakah motornya memungkinkan untuk dipacunya ke dalam SS. Tapi Rudy tak mau bertimbang-timbang lebih lama lagi, ia langsung mengidupkan motornya dan menuju SS5. Jelas sekali bahwa ia tidak ingin menghentikan perjuangannya. Dan keputusannya tepat. Meski kehilangan banyak waktu dan dengan peralatan yang tidak berfungsi baik, Rudy bisa finish pada urutan 11. Banyak yang mengagumi persistensinya, sebagian bahkan tak heran dengan apa yang akan dilakukan Rudy dalam kondisi demikian.
Ada yang baru pada Leg 5, dimana 3 peserta tercepat di masing-masing kelas akan mendapat hadiah uang tunai. Kadek Ramayadi hari ini menjadi yang tercepat mendahului para jawara di motoclass. Bangga dengan pencapaian Kadek, tim tak henti-henti memujinya. Rudy bahkan terus menerus mengatakan bahwa menjadi yang tercepat dalam Leg5 menjelaskan tingkat skill Kadek yang luar biasa.
Di service point di tengah-tengah SS, tim pendukung dikagetkan dengan suara mesin mobil yang dikendarai Lody Natasha dan Memen Harianto yang cukup kasar dan keras. Tampak knalpot tergeletak di tanah dan ada asap dari ruang mesin. Sambil mempersiapkan diri melanjutkan SS5, Lody menjelaskan bahwa penggerak depannya lagi-lagi tidak berfungsi sementara ia harus melalui lumpur yang tebal. Ia mengaku sempat melakukan satu kali winching di dalam karena tak mungkin untuk melalui obstacle tersebut tanpa four wheel drive.
Tim pendukung segera melakukan perbaikan namun dipastikan bahwa penggerak depannya tidak dapat berfungsi. Lody mencoba memotivasi tim dengan manyatakan bahwa lintasan berikutnya tidak seberat sebelumnya. Memen sepakat dan tak ingin kehilangan waktu banyak, langsung saja mobilnya ia bawa kembali ke lintasan. Pada Leg ini Lody/Memen harus puas finish pada urutan 21.
Hasil kumulatif sementara hingga Leg 5, Kadek masih di urutan 6 dan Rudy ada di 10 di motoclass. Sementara Lody/Memen turun ke urutan 20.
