Gilabalap.com – Pembalap muda asal Supiori, Papua, Gilbert Giovanni Aldy Patulak atau yang akrab disapa Gio, menjalani akhir pekan yang penuh tantangan pada ajang Lenka Junior Cup Prix 2026 Seri 1 yang berlangsung di Sentul International Karting Circuit.
Siswa SD YPK Diaspora Sorendiweri tersebut turun di dua kelas sekaligus, yakni Rookie Pro dan Expert. Meski harus menghadapi kendala performa motor sepanjang balapan, Gio tetap menunjukkan semangat juang tinggi hingga akhir lomba.

Rookie Pro Race 1: Sempat Naik Posisi, Dua Kali Terjatuh
Pada balapan pertama kelas Rookie Pro, Gio yang menggunakan nomor start andalan 610 memulai lomba dari posisi keenam dari total 10 peserta. Balapan berlangsung selama tujuh lap.
Start yang cukup baik membuat Gio langsung naik satu peringkat ke posisi kelima pada lap pertama. Namun, memasuki lap kedua, ia kembali turun ke posisi keenam.
Masalah performa motor yang dinilai belum sesuai dengan kebutuhan balap membuat Gio kesulitan mengejar para pembalap di depannya. Meski demikian, ia terus berusaha menekan motornya agar tidak tertinggal dari rombongan depan.
Sayangnya, perjuangan tersebut harus dibayar mahal. Pada lap keempat, Gio mengalami insiden jatuh. Ia sempat bangkit dan melanjutkan balapan, namun kembali terjatuh pada lap kelima. Hingga bendera finis dikibarkan, Gio harus puas mengakhiri race di posisi ke-10.

Rookie Pro Race 2: Finis Ketujuh
Pada race kedua kelas Rookie Pro, Gio kembali memulai balapan dari posisi keenam.
Selepas tikungan kelima, ia sempat kehilangan satu posisi dan turun ke urutan kedelapan. Namun, tidak butuh waktu lama bagi pembalap muda Papua tersebut untuk kembali merebut posisi ketujuh sebelum lap pertama berakhir.
Selama tujuh lap balapan berlangsung, Gio berusaha mempertahankan ritmenya. Hingga garis finis, ia berhasil mengamankan posisi ketujuh.

Kelas Expert: Konsisten di Tengah Keterbatasan
Sementara itu, di kelas Expert, Gio memulai race pertama dari posisi kelima dari total delapan pembalap yang ambil bagian.
Pada awal balapan, Gio mampu menjaga jarak dengan para pembalap di depannya. Namun pada lap kedua, ia harus kehilangan satu posisi setelah disalip oleh Shaquille, sehingga turun ke urutan keenam.
Hingga balapan berakhir, Gio tetap bertahan di posisi tersebut dan menyelesaikan race pertama di peringkat keenam.
Pada race kedua kelas Expert, Gio kembali menghadapi persaingan ketat dan akhirnya menyentuh garis finis di posisi ketujuh.

Evaluasi Besar Aldy Jaya Racing
Usai balapan, sang ayah mengungkapkan bahwa tim sebenarnya sudah memprediksi hasil yang akan diraih Gio sejak sesi latihan.
“Jadi memang pada putaran ini, dari sesi latihan kemarin kami sudah bisa memprediksi bahwa Gio tidak bisa tampil maksimal. Khususnya karena kondisi motor, terutama mesinnya, tidak seperti biasanya. Dari evaluasi terakhir semalam sudah tergambar bahwa Gio akan sulit mendapatkan podium dengan kondisi performa motor yang ada,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Gio saat ini juga tidak lepas dari proses adaptasi karena sang pembalap masih tergolong baru di level persaingan yang lebih tinggi.
“Sebenarnya Gio ini masih beginner, tetapi sudah tidak lagi berada di kelas Rookie Under maupun Max. Ada dua kelas yang dia lompati. Namun saya melihatnya dari sisi positif. Ini bisa menjadi motivasi bagi Gio untuk lebih berjuang, lebih berkembang, dan meningkatkan kemampuannya, khususnya dalam hal race pace,” tambahnya.
Meski hasil di Seri 1 belum sesuai harapan, tim Aldy Jaya Racing tetap optimistis menatap putaran berikutnya.
“Kalau target dalam kompetisi tentu kami ingin menang. Hari ini menjadi evaluasi dan pembelajaran terbesar bagi kami di Aldy Jaya Racing. Ke depan kami akan mencari dukungan yang lebih baik untuk kendaraan Gio agar bisa kembali bersaing dan bertarung di barisan depan,” tutupnya. (Fajar Eko)
