gilabalap.com – Performa impresif kembali ditunjukkan pembalap muda Indonesia, Syabil Umar Basalamah. Belum puas dengan hasil podium kelima di Thailand pekan lalu, Syabil langsung tancap gas dan sukses meraih podium ketiga pada ajang IAME Series Italy Racing Formula 2026 Round 1 yang berlangsung di Sirkuit Franciacorta Karting Track, Castrezzato, Italia, pada 5 April 2026.

Turun di kelas X30 U10 bersama DRM Racing Team, Syabil menggunakan chassis Parolin, mesin IAME, dan ban Komet. Kelas ini diikuti oleh 14 pembalap, membuat persaingan berlangsung ketat sejak sesi awal. Pada sesi practice, Syabil harus puas berada di posisi ke-11. Namun, progres positif ditunjukkan di setiap heat—finish P6 di heat pertama dan P5 di heat kedua—yang mengantarkannya start dari posisi kelima di babak final.
Di race penentuan, siswa kelas 4 SD Green Montessori Jakarta Selatan ini tampil solid. Dengan pengalaman yang masih minim—baru dua kali menjajal sirkuit ini—Syabil mampu tampil tenang dan konsisten hingga akhirnya menyelesaikan balapan di posisi ketiga setelah 12 lap yang penuh tekanan.
“First race in the IAME Italy Series, straight to the podium. Round 1 – Franciacorta done right. More to come,” tulis Syabil dikutip dari Instagram pribadinya.

Menariknya, ini merupakan kali kedua Syabil tampil di sirkuit Franciacorta. Sekitar enam bulan lalu, ia sempat turun di ajang WSK Final Cup dan berhasil finish di posisi ke-11 pada pre final. Adaptasi cepat kembali ditunjukkan Syabil, yang juga mengaku senang bisa kembali balapan di lintasan tersebut.
Di balik hasil gemilang ini, ada cerita menarik dari sang ayah, Umar Abdullah. Ia mengungkapkan bahwa meski ekspektasi tim setiap balapan adalah podium, hasil kali ini justru di luar dugaan karena kendala teknis dari mesin hasil undian.

“Saat ini ekspektasi kita setiap mulai balapan adalah podium, tapi jujur balapan kemarin bisa dapat podium itu di luar dugaan. Karena pas ballot engine kita dapat engine yang ga perform, kita kehilangan 300-400 rpm dibandingkan mesin standar. Kita sempat protes ke organizer dan minta tukar mesin tapi ditolak, jadi mau tidak mau kita harus survive dengan kondisi itu,” jelas Umar.
Ia juga menambahkan bahwa dalam situasi sulit tersebut, tim hanya bisa fokus menjaga mental dan motivasi Syabil agar tetap bertarung hingga akhir.
“Dalam situasi kemarin saya hanya bisa kasih dia motivasi bahwa balapan ini belum selesai, dan jangan menyerah sebelum lewat garis finish. Sambil kita cari apa yang bisa di-improve dari gokart dia agar bisa memberikan perlawanan di grup depan. Alhamdulillah walaupun sempat sedikit drop, dia bisa mengelola emosi dan mentalnya lagi supaya tetap optimis fight dengan grup depan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Umar juga sempat menyembunyikan kondisi sebenarnya dari performa mesin agar Syabil tetap percaya diri di lintasan.
“Hasilnya gak nyangka sih, karena Syabil mendapatkan mesin yang pelan banget. Karena mesin diundi dari panitia. Syabil sempat protes merasa gokartnya rada pelan. Namun saya dan tim bersikap seperti semua baik-baik saja. Tim bilang Syabil gak boleh tahu kalau di data log mesin pelan, biar dia tetap semangat,” ungkap Umar.
Ia pun terus memberikan motivasi sederhana namun penting.
“Saya cuma bilang fokus, fight jangan gampang nyerah, enjoy dan balap dengan smart,” tambahnya.

Umar juga memuji perjuangan anaknya yang tampil habis-habisan sepanjang balapan.
“Bisa dibilang Syabil fight 110 persen. Nonton dia bertahan dari awal sampai akhir, hampir tidak buat kesalahan, akhirnya finish ke-3. Dia senang banget, bahkan sempat tanya kenapa gak dikasih tahu soal mesin. Saya bilang biar dia gak nyerah, dan dia malah makin happy,” tutup Umar sambil tertawa.

Tak ada waktu lama untuk beristirahat, setelah hasil positif di Italia ini, Syabil dijadwalkan langsung kembali ke Thailand untuk mengikuti IAME Asia Round 3 yang akan digelar di Bira Circuit pada 11–12 April 2026. Momentum positif jelas jadi modal penting untuk kembali bersinar di seri berikutnya. (Fajar Eko/Foto: Dok. Syabil Umar)
