gilabalap.com – Musim balap 2026 menjadi momen penting bagi pembalap muda Indonesia, Dominic Brayden Benedict Setiawan. Alih-alih menikmati libur panjang seperti kebanyakan pembalap lainnya, Dominic justru memilih menambah jam terbang dengan turun di ajang Australian Kart Championship 2026 Round 1 di Coffs Harbour, New South Wales (15/03).
Turun di kelas X30 dengan dukungan sasis Parolin dan mesin IAME, Dominic bergabung bersama tim JND Racing. JND Racing, merupakan tim resmi Parolin di Australia, yang bisa dibilang sebagai representasi tim pabrikan Parolin di sana.

Ini menjadi pengalaman ketiganya Domi berlaga di Australia, yang dikenal memiliki tingkat persaingan sangat ketat—bahkan disebut-sebut setara dengan atmosfer balap di Eropa.
Sayangnya, akhir pekan pembuka musim ini tidak berjalan mulus. Dominic harus memulai dari posisi ke-32 usai sesi kualifikasi yang cukup berat. Memasuki heat pertama, balapan berlangsung kacau dengan tiga insiden berbeda, namun ia mampu bertahan dan memperbaiki posisi ke P26. Heat kedua sedikit lebih bersih, meski ia harus puas finis di P28.

“Musim pembuka ini memang berat tapi jadi awal yang sangat berharga. Setelah kualifikasi di P32, saya tahu harus bekerja lebih keras di heat. Banyak insiden terjadi, tapi saya berusaha tetap fokus, menghindari masalah, dan perlahan memperbaiki posisi hingga akhirnya bisa finis P26 di final dari 40 pembalap,” tulis Dominic dalam unggahan Instagram pribadinya.
Memasuki heat ketiga dan keempat, tantangan semakin berat. Dominic finis P32 di heat ketiga dan turun ke P34 di heat keempat. Namun, saat Final, pembalap muda ini menunjukkan determinasi tinggi. Start dari P28, Dominic tampil lebih tenang, menghindari insiden, dan berhasil naik posisi hingga finis di P26.
Meski hasil belum maksimal, progres yang ditunjukkan menjadi catatan positif untuk bekal seri berikutnya.

Sang ayah, Sendy Setiawan, mengakui bahwa persaingan di Australia memang tidak mudah.
“Ini balap ketiganya Dominic di Australia. Persaingannya sangat sengit, bahkan mirip dengan di Eropa,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti faktor persiapan yang belum optimal.
“Hasilnya memang belum memuaskan karena persiapan yang kurang, apalagi level kompetisinya sangat tinggi di sini,” tambah Sendy.
Ke depan, Dominic akan fokus menjalani dua kejuaraan utama di Australia, yakni Australian Kart Championship dan State Titles. Sementara untuk kawasan Asia, ia tetap membidik kompetisi X30 serta Eshark Rok Cup Indonesia.

Menariknya, Dominic saat ini berada di bawah naungan JND Racing, tim karting profesional asal Queensland yang didirikan oleh pembalap Supercars, Nick Percat. Nama Nick Percat sendiri cukup besar di dunia motorsport Australia, termasuk sebagai pemenang Bathurst 1000 2011 di debutnya. Kini, ia aktif mengembangkan talenta muda melalui tim tersebut.

Dominic bersama Nick Percat (Owner JND Racing/Parolin Australia)

Dominic bersama Engineer/Data Man Team
Australian Kart Championship 2026 sendiri akan berlangsung dalam lima putaran utama, dimulai dari Coffs Harbour (13–15 Maret), lalu berlanjut ke Ipswich, Townsville, Seymour, dan ditutup di Bolivar.
Perjalanan masih panjang. Dengan pengalaman berharga dari round pembuka ini, Dominic Setiawan jelas punya modal penting untuk bangkit dan tampil lebih kompetitif di seri-seri berikutnya. (Fajar Eko/ Photo: Dok. Dominic Setiawan)
