gilabalap.com – Nama Michael Vino Satrio kembali bergema di kancah internasional. Pembalap gokart muda asal Indonesia ini sukses mencetak prestasi prestisius dengan menjadi juara di final pertama kelas Mini 60 pada ajang Champions of the Future 2026 Academy Program yang berlangsung di Macau Coloane Karting Circuit, Macau, pada 16–18 Januari 2026.
Michael Vino Satrio merupakan adik kandung dari Micah Vino Satrio yang berhasil menjadi juara nasional gokart 4 kali berturut-turut. Mengikuti jejak sang kakak yang mendominasi lintasan nasional, Michael kini membuktikan bahwa bakat balap memang mengalir deras dalam dirinya.
Berlaga di kelas Mini 60 dengan total 15 pembalap dari berbagai negara, Michael Vino harus menghadapi persaingan ketat sejak awal. Format academy system yang digunakan—di mana seluruh peserta memakai chassis Parolin, mesin TM, dan ban LeCont—menjadikan ajang ini benar-benar murni adu kemampuan, tanpa keunggulan teknis.
Datang dengan modal Juara Nasional Eshark Rok Cup Indonesia 2024 kelas Mini Rok, Michael Vino menunjukkan bahwa ia tak hanya kuat di level nasional, tetapi juga siap bersaing di panggung dunia. Pada kualifikasi Heat 1, ia menempati posisi kedua, sebelum turun ke posisi keempat di Heat 2. Hasil gabungan tersebut membuatnya start dari posisi ketiga di final, di belakang Syabil Umar Basalamah dan Muhammad FA Wibowo.

Start Cerdas, Juara Final Pertama
Balapan final pertama yang digelar Sabtu (17/1) menjadi momen krusial. Start dari posisi ketiga, Michael Vino melakukan pelepasan yang sangat bersih. Dalam beberapa lap awal, ia sukses naik ke posisi kedua, sebelum akhirnya merebut pimpinan lomba dari Syabil Umar Basalamah.
Persaingan di barisan terdepan berlangsung ekstrem. Pada lap ketiga, Syabil sempat memangkas jarak hingga hanya 0,026 detik. Namun Michael Vino tampil dewasa dan konsisten. Selama 13 lap, ia mampu menjaga ritme, racing line, serta fokus, hingga akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa titel juara nasional yang diraihnya pada 2025 bukan sekadar angka, melainkan fondasi kuat menuju level internasional.

Final Kedua Sarat Drama
Memasuki final kedua pada Minggu (18/1), Michael Vino Satrio kembali tampil agresif. Ia memulai balapan dari posisi kedua, tepat di belakang pembalap Thailand Zvarich Max. Di awal lomba, Michael mampu menjaga posisi, bahkan sempat memimpin jalannya race.
Namun ketatnya persaingan membuat situasi berubah cepat. Posisi pertama kemudian diambil alih R. Xiong, dan memasuki lap keempat, insiden tak terhindarkan terjadi akibat duel side by side yang sangat rapat. Michael Vino sempat turun hingga posisi ketujuh, sebelum kembali merangsek maju ke depan.
Saat bendera finis dikibarkan, ia berada di posisi kelima, namun harus menerima penalti waktu 5 detik, yang membuatnya turun ke posisi kedelapan pada hasil akhir.

Finis Lima Besar Overall, Fokus Menatap Musim Padat
Secara keseluruhan, Michael Vino Satrio menutup akhir pekan di Macau dengan total 68 poin, hasil dari 50 poin di final pertama dan 18 poin di final kedua, yang menempatkannya di posisi kelima klasemen akhir.
“Hasil balapnya cukup memuaskan karena Champions of the Future Academy menggunakan chassis dan mesin yang sama dari panitia, jadi balapannya benar-benar adil. Michael start dari posisi ketiga dan balapannya sangat ketat dengan Syabil, hingga akhirnya bisa menjuarai race pertama,” ungkap sang ayah.
Usai tampil impresif di Macau, agenda Michael Vino Satrio masih sangat padat. Dalam waktu dekat, ia akan kembali turun di ESHARK ROK Cup Indonesia, ajang nasional yang menjadi bagian penting dalam pembinaan dan konsistensi performanya. Tak hanya itu, Michael Vino juga dijadwalkan melanjutkan kiprah internasionalnya dengan mengikuti seri Champions of the Future Academy di Eropa, menghadapi level persaingan yang lebih luas dan menantang. (Fajar Eko/Foto Dok. Michael Vino Satrio)
