gilabalap.com – Balap memang nggak selalu berjalan sesuai rencana. Kadang niatnya A, yang kejadian malah B. Tapi justru dari situ cerita seru lahir. Itulah yang dialami Denny Rommel Samuel, atau yang akrab disapa Denny Rommel, saat turun di ajang Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2025.
Awalnya, Denny datang ke Mandalika dengan rencana tampil di Subaru BRZ Super Series. Namun petaka datang lebih cepat. Saat sesi practice hari Jumat, BMW bukan, BRZ yang ia tunggangi justru mengalami insiden di Tikungan 12 (T12). Kecelakaan tersebut membuatnya tak bisa melanjutkan balapan di kelas BRZ.

Denny Rommel kembali menggunakan mobil BMW
Situasi berubah. Tanpa banyak drama, Denny memutuskan kembali ke “teman lama”-nya, BMW E46, dan turun di kelas ITCR 3600 Non Kejurnas. Kelas ini memang digelar bersamaan dengan ITCR 3600 Kejurnas, meski statusnya berbeda. MFOS 2025 sendiri berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB, pada 12–14 Desember 2025.
“Gw balap di ITCR 3600 cuma seri terakhir doang. Mobil ini juga nggak bisa ikut kejurnas karena ketuaan menurut regulasi, jadi gw ikut yang non kejurnas,” ujar Denny.
Meski hanya turun satu seri dan tanpa target besar, hasilnya justru bikin geleng-geleng kepala. Di Race 1, Denny tampil solid dan berhasil meraih podium 1 overall, sekaligus juara 1 kelas Non Kejurnas ITCR 3600.

Denny Rommel raih podium pertama
Namun di balik kemenangan itu, Denny mengaku performanya belum maksimal. Trauma akibat kecelakaan di T12 masih membekas, ditambah adaptasi dengan karakter BMW E46 yang jauh berbeda dari BRZ.
“Di BMW ini nggak ada ABS. Gw kemarin lebih sering pakai BRZ yang sudah ABS, jadi pas balik ke BMW sering ngeblok rem,” ungkapnya. Kombinasi trauma dan adaptasi pengereman itu jadi tantangan besar sepanjang balapan.
Masuk Race 2, tantangan bertambah. Hujan turun dan trek Mandalika berubah licin. Dengan kondisi mobil yang belum sepenuhnya klop dan mindset tanpa target, Denny memilih balap aman. Ia tak terlalu memaksakan diri dan lebih menikmati jalannya lomba. Hasilnya tetap positif: podium 4 overall dan podium 2 kelas Non Kejurnas.
Di ajang ini, Denny memperkuat Razaiq Motorsport dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya. Mulai dari Om Wie wie, tim R Speed, Ovi KS Nusa, Mandiri Motor, hingga seluruh kru Razaiq Motorsport yang sudah memberikan support penuh.

Soal musim depan, Denny mengaku belum memiliki rencana balap. BMW E46 miliknya sudah tak memenuhi regulasi Kejurnas, dan ia merasa MFOS 2025 ini sudah cukup menjadi penutup cerita.
“Kalau pun balap lagi, mungkin cuma satu atau dua seri, sekadar happy-happy aja,” katanya.
MFOS 2025 pun menjadi ajang nostalgia. BMW E46 yang dulu sempat kencang di era ETCC 3000 di Sentul, kembali diuji melawan mobil-mobil yang lebih muda, termasuk Honda. Dan hasilnya? Menang.
Mobil tua, pengalaman panjang, dan satu akhir pekan penuh cerita. Dari insiden di T12 hingga podium tertinggi, Denny Romel membuktikan bahwa di balap, mental dan rasa sering kali lebih menentukan daripada usia mobil. (Fajar/ Foto: Dok. Denny Rommel)
