Gilabalap.com – Pembalap sekaligus pengusaha pelabuhan dan pertambangan, Hidayat Suryo Prabowo, tampil di kelas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 3600 dalam ajang Mandalika Festival of Speed (MFOS) 2025 yang digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, NTB. Mengandalkan Mercedes-Benz W211 E320 bersama Indostar Motorsport, Suryo Prabowo harus mengakhiri jalannya Race 1 (Round 3) lebih cepat setelah mengalami insiden di tikungan ke 11.
Sirkuit sepanjang 4,31 km dengan 17 tikungan itu kembali menguji adrenalin para pembalap nasional. Start dari posisi ke-8, Hidayat sempat tampil stabil sebelum kehilangan kendali di lap ketiga.
“Kronologi saat kecelakaan emang saya sendiri juga kaget karena terjadi di tikungan ke 11, di mana seharusnya di tikungan tersebut kecil sekali untuk dilakukan overtake. Sudutnya sempit dan jarak menuju tikungan 12 juga pendek,” ujar Suryo Prabowo menjelaskan kronologi insiden.

Benturan Keras di Tikungan 11
Benturan keras tak terhindarkan saat mobilnya tersenggol di kecepatan sekitar 160 km/jam dengan RPM di angka 5200–5300.
“Begitu pantat mobil tersenggol, pasti akan melintir ke kanan. Sementara jarak tembok pembatas cuma sekitar tiga meter, jadi benturan nggak bisa dihindari. Tapi alhamdulillah saya aman, cuma luka kecil di kaki karena dashboard, hasil check-up juga bagus,” sambungnya.
Meski mobil mengalami kerusakan di bagian depan dan kaki-kaki, Hidayat memuji ketangguhan mobil serta kesiapan tim Indostar Motorsport.
“Team Indostar sangat tangguh menyiapkan kendaraan yang aman. Saat crash pun saya bisa keluar mobil jalan kaki ke arah marshal. Untuk mesin masih aman, hanya bagian kaki-kaki yang harus diganti total,” jelasnya.

Kondisi Ekstrem, Tetap Support Rekan Satu Tim
Menurut pembalap yang juga memiliki hotel di daerah kuta bali, suhu lintasan yang mencapai 70 derajat celsius turut mempengaruhi fokus pembalap di dalam kabin.
“Panas banget, konsentrasi juga bisa turun. Tapi pembalap yang menabrak saya pun saya tetap support, karena kami satu tim. Yang penting tim tetap bisa raih trofi,” tegasnya.

Saat ini mobil miliknya sedang dalam proses evaluasi apakah akan ganti chassis atau tetap menggunakan yang lama. Suryo Prabowo menegaskan target utamanya adalah kembali tampil di seri akhir Desember nanti.
“Doakan aja Desember bisa turun lagi di seri akhir, mudah-mudahan bisa finish seperti Race 1-2 di posisi 2 atau 3,” tuturnya optimis.

Tak lupa, Suryo Prabowo menyampaikan terima kasih kepada tim, sponsor, dan orang-orang terdekat.
“Terima kasih buat tim Indostar yang udah siapkan mobil yang aman, Sultan Benz yang support moril luar biasa, istri yang selalu mendampingi, kru mekanik yang nggak kenal lelah, dan semua sponsor yang nggak bisa saya sebut satu per satu,” tutupnya. (Jarwo/ Foto Dok. MGPA-Eshark Motorsport & Suryo Prabowo)
