Gilabalap.com – Cuaca panas dan jadwal padat tak menghalangi semangat Junus Danuatmojo untuk tampil maksimal di ajang Kejurnas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 2025 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 24–26 Oktober 2025.
Event yang digelar dua seri sekaligus, seri 3 pada hari Sabtu dan seri 4 di hari Minggu menjadi ujian berat bagi seluruh pembalap, termasuk Junus yang turun di kelas ITCR 1.200 bersama tim Speed Adrenaline dengan mengandalkan Honda Brio.

Pada race 1 (Round 3), Junus memulai balapan dari posisi start kelima untuk menempuh 12 lap. Persaingan ketat langsung tersaji sejak awal, dengan beberapa insiden senggolan antar pembalap di tikungan-tikungan awal. Di tengah panasnya duel terlihat beberapa pembalap mengalami overshoot hingga melintir keluar lintasan, termasuk Junus yang harus turun ke posisi delapan.
Nasib kurang beruntung datang ketika mobilnya mengalami accident pecah ban akibat bersenggolan di lintasan.
“Di race pertama mengalami sedikit accident sehingga ban pecah dan ada kerusakan di mobil, jadi sempat masuk pit untuk ganti ban dan keluar lagi ke trek. Tetapi mobil mengalami kendala pada steering sehingga kembali masuk ke pit dan tidak dapat melanjutkan perlombaan,”
ujar Junus saat dihubungi tim Gilabalap.com.

Meski gagal finis di race pertama, ia tak menyerah dan tampil all out di race ke 2 (Round 4) pada hari Minggu. Memulai dari posisi ketujuh, Junus langsung tancap gas sejak awal lap. Persaingan makin panas, ditambah suhu udara yang tinggi di sirkuit Mandalika membuat fisik para pembalap benar-benar diuji.
Hingga bendera finis dikibarkan, Junus sukses menyelesaikan balapan di posisi 6 overall dan menempati posisi 4 di kategori Seeded B.

“Untuk evaluasi seri kali ini sudah lebih baik dari seri sebelumnya (seri 1 dan 2), dan kalau target tentu podium. Secara penyelenggaraan juga lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.

Menariknya, Junus merupakan salah satu pembalap yang sudah berumur di kelas ITCR 1.200, dengan usia 57,5 tahun. Namun semangat dan konsistensinya di lintasan tetap patut diacungi jempol.
“Kalau untuk persiapan pribadi paling jaga stamina, mengingat saya peserta paling muda di kelas 1200 dengan umur 57,5 tahun (hahaha!). Selain itu berusaha memperbaiki kekurangan atau kesalahan di seri 3–4 supaya bisa lebih baik ke depannya,” tambahnya.

Menatap Final Round (Seri 5 dan 6) yang dijadwalkan pada 12–14 Desember 2025, Junus bertekad menyiapkan mobilnya lebih matang agar bisa tampil lebih optimal di Mandalika.
“Untuk mobil, ya kita cek-cek kembali semuanya supaya tetap prima menghadapi seri berikutnya. Apalagi balapnya di Mandalika, jadi harus yakin bahwa semua disiapkan dalam kondisi baik dan benar sebelum berangkat,”
tutupnya. (Jarwo/GB)
