gilabalap.com – Ajang Trial Game Asphalt 2019 yang digagas oleh 76 Rider telah menyelesaikan seri 4 yang digelar di Sirkuit Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (20/10) akhir pekan kemarin.
Di kelas utama yakni FFA 250, rider tuan rumah Farudila Adam tampil perkasa di depan dukungan publik Malang. Farudila Adam menjadi yang tercepat di race penentuan (Moto2) mengungguli Tommy Salim di posisi kedua disusul jawara tahun lalu Dony Tata di urutan ketiga.
Farudila mengatakan bahwa dukungan keluarga serta publik Malang menjadi motivasinya untuk tampil all out. “Berkat dukungan keluarga dan fans di Malang, saya dapat motivasi tambahan untuk menjadi pemenang di putaran Malang. Semoga kesuksesan ini bisa membawa saya pada putaran terakhir di Semarang agar dapat meraih gelar Juara Umum Trial Game Asphalt 2019,” ujar Farudila Adam yang saat ini memuncaki klasemen sementara kelas FFA 250.
Di klasemen sementara, Farudila Adam saat ini mengoleksi 184 poin, hanya unggul tiga angka dari Tommy Salim dengan 181 poin di peringkat kedua. Sedangkan Doni Tata membayangi di tempat ketiga dengan 169 poin. Ketatnya perolehan angka ini membuat gelar Juara Umum Trial Game Asphalt baru bisa ditentukan pada seri pamungkas di Semarang pada Desember mendatang.

Peluang juara juga masih terbuka lebar untuk Tommy Salim, karena itu kakak pembalap nasional Gerry Salim ini siap membalas di seri Final yang rencananya digelar di Semarang pada tanggal 13-14 Desember 2019.
“Saya masih optimis bisa juara umum, semua masih bisa berubah tergantung nanti di final Semarang. Yang penting persiapan harus matang, apalagi di Semarang nanti musim hujan sudah datang, saya bakal mempersiapkan setting suspensi dan cadangan ban di trek basah,” ucap Tommy Salim.
Sementara untuk kelas lainnya yakni Trail 175 Open, hingga seri 4 Tommy Salim masih bercokol di peringkat pertama dengan meraup 47 poin. Disusul Farudila Adam yang terpaut lima angka di posisi kedua. Sementara, Surya Narayana, rekan satu tim Tommy Salim berada di urutan ketiga dengan 35 poin.
Kemudian, di kelas Trail 175 Non Pro, posisi pertama berhasil direbut Devi Tembong dengan 50 poin. Posisi kedua, Yoga Megantara dengan 44 poin dan Reha Adjie Susatra di urutan ketiga dengan 40 poin.
Sengitnya pertandingan juga terjadi di kelas FFA 450. Pada kelas pendukung di seri keempat ini, rider asal Inggris Lewis Cornish masih perkasa dan tak terkalahkan. Sejak babak kualifikasi hingga balapan Moto 1 dan Moto 2, Lewish Cornish meraih hasil maksimal 50 poin disusul Doni Tata di urutan kedua.

Serunya seri di Kota Malang ini juga tidak lepas dari antusiasme rider-rider komunitas yang setia mengikuti Trial Game Asphalt. Sebagai ajang supermoto bergengsi, Trial Game Asphalt tidak hanya menggandeng pebalap top di kelas-kelas unggulan, namun juga mewadahi pebalap kelas komunitas untuk menyalurkan minat dan hobi dalam dunia otomotif. Tahun ini, tercatat ada 44 rider berpartisipasi mengikuti kelas komunitas Trial Game Asphalt yakni Trail 150 Komunitas dan Trail 175 Komunitas.
“Packaging Trial Game Asphalt ini sangat menarik bagi kami rider dari komunitas baik Trail 150 Komunitas dan 175 Komunitas. Selain menambah konten untuk komunitas, TGA ini juga memasyarakatkan supermoto khususnya untuk mereka yang masih awam,” ujar Hammurabi Wisadono dari komunitas Supermoto Indonesia Surabaya yang mengikuti kelas Trail 150 Komunitas.
Lebih lanjut, Mario CSP dari 76 Rider juga mengakui kalau Malang memang merupakan kandangnya komunitas trail. Hal ini sangat dirasakan Mario selama gelaran TGA 2019 Malang. Menurutnya, animo pegila balap untuk kelas komunitas di Malang termasuk tinggi. Hal ini menjadi bukti kalau Malang memang surganya komunitas motor trail.
“Malang memang surganya komunitas motor trail. Bukan sekadar hobi, motor trail sudah menjadi bagian dari masyarakat kota Malang ini. Selain itu, antusiame penonton juga tak pernah surut memberikan dukungan hingga race berakhir. Terima kasih untuk warga Kota Malang yang telah ikut memeriahkan gelaran seri keempat Trial Game Asphalt tahun ini,” tutup Mario.

