gilabalap.com – Kisruh terjadi dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang berlangsung Jumat (18/12) di Hotel Borobudur, Jakarta. Munas kali ini beragendakan pemilihan calon ketua umum periode terbaru 2015-2019 yang diperebutkan oleh dua calon kandidat Sadikin Aksa dan Prasetyo Edi.
Hasil Munas yang memenangkan Sadikin Aksa sebagai ketua umum PP IMI periode baru diwarnai aksi walk out kubu Prass 86 karena menganggap adanya kecurangan dan keterlibatan beberapa oknum dalam proses pemilihan. Kubu Pras 86 yang juga didukung oleh Ketua Pengprov IMI DKI, Judiarto berencana akan melanjutkan ke ranah hukum dengan beberapa bukti yang mereka miliki.
“Ini tidak benar karena adanya kecenderungan penggiringan suara. Hal seperti ini sudah kami prediksikan, karena sejak awal saya mendaftar tidak ada tim penjaringan,” ujar Pras.
“Saya sudah tegaskan kepada rekan-rekan untuk tidak anarkis, karena kami tidak mau berantem. Tapi kalau caranya seperti ini kan kacau. Kami akan mengambil langkah hukum. Saya sedih, melihat kelakuan oknum-oknum didalam sana,” sambungnya.
Sementara itu, agenda Munas tetap berlanjut dan Sadikin yang mendapat dukungan dari 26 Pengprov menjadi pengganti Ketum lama Nanan Soekarna.
“Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Terpilihnya saya menjadi Ketua Umum IMI Periode 2015-2019 adalah suatu titik awal untuk kita bersama-sama membangun IMI untuk menjadi lebih baik lagi,” tutur Ikin, sapaan akrab Sadikin Aksa.
Dengan jabatan barunya sebagai orang nomor satu di PP IMI, Ikin bertekad untuk membawa IMI menjadi induk organisasi olahraga terbaik di Indonesia.
“Saya mengajak semua insan otomotif, para stake holders untuk bersama-sama bekerja keras membangun IMI demi memajukan otomotif Indonesia supaya bisa bersaing di dunia internasional, sekaligus menjadikan IMI sebagai salah satu induk organisasi olahraga terbaik di Indonesia,” tutup Ikin.
