gilabalap.com – Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, calon ketua umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode baru Sadikin Aksa telah resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat. Dengan dukungan dari 28 Pengprov sejauh ini Sadikin Aksa diatas kertas sepertinya akan melenggang menempati kursi IMI 1.
Sadikin Aksa sendiri berujar andai dirinya nanti memang terpilih sebagai ketua umum IMI, setidaknya ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Ikin untuk merelasisasikan goalnya untuk menjadikan IMI sebagai organisasi terbaik di Indonesia.
Maka dari itu, Ikin pun membagi visi misi nya baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Kepada redaksi gilabalap.com, Ikin menegaskan hal pertama yang akan dilakukannya adalah melakukan modernisasi dalam organisasi IMI itu sendiri. “Misalnya merealisasikan keseimbangan hubungan antar pengurus serta mengoptimalkan fungsi olahraga roda empat, roda dua, dan pariwisata. Karena sekarang era digital kita akan berinvestasi di bidang IT agar komunikasi dan sosialisasi IMI lebih maksimal,” ujar Ikin.
Ia menambahkan beberapa aspek penting yang harus dilakukannya adalah mencoba mengemas event-event motorsport lebih bersifat orientasi bisnis. “Jika melihat di balapan F1 misalnya, produk shampo bahkan masuk disana. Nah inilah yang harusnya kita adaptasi menjadikan event-event tersebut ke arah busines oriented,” sambungnya.
Sebagai regulator, Ikin tahu persis IMI harus bisa mengoptimalkan semua aset yang ada saat ini agar setiap setiap balapan bisa berlangsung reguler. Ia mencontohkan minimnya fasilitas seperti sirkuit yang memadai.
“Kami sudah mendata di Indonesia ada sekitar 15 sirkuit mungkin itu dulu kita optimalkan.
Lalu kita cari regulasi yg cocok dengan situasi di Indonesia. Kemudian soal promotor, IMI berkewajiban untuk membina promotor jadi kita akan bentuk workshop sesama promotor.”
“Hal yang tidak kalah penting adalah kami juga akan bekerjasama dengan industri otomotif nasional dan internasional. Salah satu bukti yang sudah saya lakukan adalah saat menggelar ajang Pra Pon cabang balap motor di Sentul beberapa waktu lalu. Kita menurunkan dua merk motor yaitu Honda dan Yamaha. Buat kami ini adalah sebuah batu loncatan agar ke depannya industri otomotif bisa lebih berperan dalam perkembangan dunia motorsport tanah air,” jelasnya.
Hal terakhir yang ditonjolkan Ikin dalam pemaparan visi misinya adalah soal transparansi keuangan IMI. Dirinya menegaskan tidak akan menutup-nutupi soal pemasukan dan dana yang ditampung IMI. “Sebagai organisasi yang kredibel kami juga akan memastikan transparansi keuangan. Karena FIA dan FIM juga melakukan hal ini jadi kami mengadopsi hal tersebut,” papar Ikin. (adri/gilabalap.com)
