Gilabalap.com – Pembalap muda Rocket Racing Bali, Nadeem Rustombi, resmi menjadi Juara Umum GTC Season 2026. Gelar ini ia pastikan di Sirkuit Mandalika. Pada ajang Superstars Sportscar Series Round 3, Nadeem berhasil meraih podium ketiga di Race 1 dan podium kedua di Race 2. Tambahan poin tersebut membuat posisinya tidak terkejar di klasemen akhir.
Di balik gelar juara ini, ada proses panjang yang sudah dijalani Nadeem selama beberapa tahun terakhir, termasuk pengalamannya balapan dan belajar di Inggris dan Eropa.

Menurut Nadeem, untuk menjadi pembalap saat ini tidak cukup hanya bisa mencetak waktu lap yang cepat. Seorang pembalap juga harus paham banyak hal lain.
Mulai dari memahami karakter mobil, cara mengelola kondisi ban, mencari momen yang tepat untuk menyalip, menjaga konsistensi, sampai bisa membaca data telemetry dan berdiskusi dengan engineer.
Semua hal itu ia pelajari saat berada di Inggris.

Inggris memang dikenal memiliki kompetisi motorsport yang sangat ketat. Di sana Nadeem belajar menghadapi berbagai tipe sirkuit, mulai dari tikungan kecepatan tinggi, zona pengereman keras, hingga sektor-sektor teknikal.
Ia juga belajar beradaptasi dengan perubahan grip dan kondisi cuaca yang cepat berubah.

Selain belajar mengemudi, di Inggris Nadeem juga belajar hal-hal di luar mobil. Seperti persiapan sebelum balapan, diskusi teknik bersama engineer, analisa data telemetry, latihan di simulator, dan latihan fisik untuk pembalap.

Pengalaman itu kemudian berlanjut saat Nadeem mengikuti beberapa program motorsport di Eropa. Di sana ia bertemu dengan banyak pembalap dari berbagai negara dengan persaingan yang lebih ketat.
Dari situ kemampuan race craft-nya semakin berkembang. Ia belajar kapan harus menyerang, kapan harus bertahan, cara membaca pergerakan lawan, dan cara menyalip dengan aman dan minim risiko.

Semua pengalaman dari Inggris dan Eropa itu ia bawa kembali ke Indonesia dan hasilnya terlihat di musim 2026. Nadeem tampil lebih matang. Tidak hanya fokus pada kecepatan, tapi juga bisa mengelola jalannya balapan dengan baik dan tampil konsisten di setiap seri.
Puncaknya adalah gelar juara di Mandalika.
Namun gelar GTC 2026 ini bukan akhir. Ini justru menjadi awal untuk target selanjutnya.
Nadeem kini bersiap untuk naik ke jenjang single-seater dan menargetkan tampil di GB3 British Championship 2027.

Tantangannya tentu akan berbeda. Jika di sportscar ia belajar tentang manajemen mobil, strategi balapan dan manajemen lalu lintas di trek, maka di GB3 tantangannya akan lebih spesifik.
Di GB3 ia harus punya kecepatan kualifikasi yang kuat, mengemudi dengan lebih presisi, memahami kerja aerodinamika, start yang maksimal, dan persaingan wheel-to-wheel yang lebih rapat.

Bekal pengalaman dari Inggris dan Eropa menjadi modal penting untuk menghadapi GB3
Perjalanan Nadeem menunjukkan tahapan karier pembalap muda Indonesia. Indonesia menjadi tempat untuk berkompetisi, Inggris menjadi tempat belajar dengan standar balap yang tinggi, dan Eropa menjadi tempat untuk merasakan persaingan internasional.

Sekarang semua pengalaman itu akan ia gunakan untuk satu tujuan, yaitu GB3 British Championship 2027.
Dari GTC Champion 2026, kini Nadeem Rustombi bersiap untuk tantangan baru di ajang single-seater internasional. (FE/Foto : Dok. Nadeem R)
