Gilabalap.com – Oliver King Yuwono kembali menambah pengalaman balapnya di ajang Infinity IAME Series Asia 2026 yang berlangsung di LYL International Karting Circuit, Malaysia, 19 September 2026.
Turun di kelas Cadet, Oliver harus menghadapi persaingan ketat dengan total 34 pembalap. Bagi pembalap muda Dewa United Motorsport ini, balapan di Malaysia menjadi kesempatan penting untuk menambah jam terbang sekaligus mempelajari karakter persaingan dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Pada Heat 1, Oliver harus mengawali perjuangannya dengan hasil kurang maksimal. Ia finis di posisi ke-28 setelah mendapat penalti lima detik akibat bumper masuk.
Namun, Oliver mampu menunjukkan respons positif pada Heat 2. Ia berhasil memperbaiki posisi dan mengakhiri balapan di peringkat ke-15. Sayangnya, hasil di Super Heat belum mampu kembali dipertahankan, setelah Oliver finis di posisi ke-23.
Kombinasi hasil dari Heat 1 hingga Super Heat membuat Oliver harus memulai sesi final dari posisi ke-22.

Sempat Terlibat Insiden, Oliver Terus Melaju
Sesi final berlangsung cukup sengit. Oliver sempat terlibat insiden pada lap-lap awal yang cukup besar hingga membuat steward mengeluarkan keputusan red flag dan menghentikan jalannya balapan.
Setelah kondisi kembali dinyatakan aman, balapan dilanjutkan. Oliver kembali menunjukkan semangat bertarung dengan memperbaiki posisinya hingga berada di peringkat ke-18.
Persaingan kemudian semakin menarik ketika Oliver terlibat dalam rombongan pembalap yang berebut posisi 15 hingga 20. Pergantian posisi terjadi berulang kali sepanjang 18 lap, memberikan pengalaman berharga bagi Oliver dalam menghadapi pertarungan rapat di lintasan.

Oliver akhirnya melintasi garis finis di posisi ke-19. Namun, kembali mendapat penalti lima detik karena bumper masuk membuat posisinya turun ke peringkat ke-22.
Meski hasil akhir belum sesuai harapan, pengalaman menghadapi 34 pembalap dalam satu grid menjadi bagian penting dari proses perkembangan Oliver.
Sang ayah, Bernard Yuwono, menilai rapatnya persaingan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi putranya, terlebih Oliver belum terlalu mengenal karakter LYL International Karting Circuit.
“QTT-nya rapet banget om, dan Oliver juga belum kenal track. Ini merupakan balapan Olie yang kedua. Tapi kali ini pesertanya ramai banget,” ungkap Bernard.

Sang ayah juga menambahkan jika Oliver masih merasakan tekanan saat berada di lintasan. Meski demikian, ia menilai penampilannya secara keseluruhan tetap memberikan pengalaman positif.
“Grogi banget bawanya kurang oke tapi nggak jelek juga. Overall 7 dari 10 lah,” tambahnya.

Haridarma: Banyak Pelajaran dari Pertarungan di Lintasan
Bagi sang coach, Haridarma Manopo, hasil di Malaysia bukan sekadar berbicara mengenai posisi akhir. Dengan jumlah peserta yang mencapai 34 pembalap, Oliver mendapatkan kesempatan untuk belajar menghadapi situasi balap yang jauh lebih padat.
“Secara keseluruhan sudah cukup baik. Memang Oliver masih tahap belajar balapan dengan total peserta 34 grid. Tentunya setelah balap kemarin dia pasti mendapat ilmu baru, khususnya dalam fight, bagaimana cara motong atau nyusul dan juga cara menjaga line agar tidak disusul kembali,” jelas Haridarma.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan Oliver sebagai pembalap muda. Bertarung di tengah rombongan dengan perbedaan posisi yang tipis memaksa Oliver untuk tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga membaca situasi, menentukan momentum untuk melakukan overtaking, sekaligus mempertahankan racing line.
Setelah menyelesaikan putaran di Malaysia, Bernard Yuwono mengungkapkan bahwa Oliver dijadwalkan mengikuti seri berikutnya yang akan berlangsung di Macau pada Desember 2026. (Foto: Dok. Oliver King)
