gilabalap.com – Meski berlangsung lancar tanpa ada kendala yang berarti, penyelenggaraan Kejurnas Speed Offroad berlabel Indonesia eXtreme Offroad Racing (IXOR) Seri 3 yang berlangsung di Sabtu (13/6) dan Minggu (14/6) akhir pekan kemarin di Sirkuit BSD City, Tangerang memiliki beberapa catatan negatif di mata beberapa offroader.
Hal yang paling dikritisi adalah perihal banyaknya penonton yang berada terlalu dekat dengan lintasan trek BSD. Situasi ini dinilai sangat membahayakan dan berpotensi mendatangkan celaka.
Kritikan tajam pun datang dari beberapa offroader kepada pihak promotor agar di seri selanjutnya hal seperti ini lebih diperhatikan sehingga para peserta pun bisa lebih berkonsentrasi saat balapan dan tidak terganggu dengan posisi penonton.
TB Adhi misalnya, juara nasional musim 2014 ini mengaku cukup terganggu dengan banyaknya penonton yang berada terlalu dekat dipinggir trek.
“Untuk pentonton di Seri 3 ini memang cukup mengganggu, saat menjalani SS3 dan SS4 selepas mobil jumping dan saat landing saya melihat banyak sekali penonton dan itu sangat berbahaya sekali. Seharusnya ada batasan lagi untuk pentonton. Jadi masukan saja untuk penyelenggara sebaiknya harus ada barrier atau pembatas tambahan bagi penonton. Meski tidak ada kejadian apa-apa tapi yang namanya balapan kita tidak bisa prediksi apa yang akan terjadi,” jelas TB Adhi.
Komentar senada juga dilontarkan oleh offroader dari tim 7 Saudara Motorsport, Ijeck. Offroader asal kota Medan ini menjelaskan bahwa dibandingkan dua seri sebelumnya, seri 3 ini terkesan kurang memperhatikan aspek safety penonton.
“Balapan kali ini penonton berada sangat dekat dengan lintasan dan banyak yang masuk ke lintasan. Ini harus lebih diperhatikan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” jelas Ijeck kepada redaksi gilabalap.com.
Tidak hanya TB Adhi dan Ijeck, kritikan yang sama juga datang dari offroader wanita dari tim Navsat Offroad, Alinka Hardianti.
Alinka membenarkan kalau unsur safety untuk penonton harus dipertegas. “Karena dalam kecepatan tinggi nggak ada yang tahu kan mobil bakal gimana. Misal pas saya kebalik dekat garis finish kan banyak orang tuh padahal kan disitu harusnya clear area,” beber Alinka.
Lebih jauh Alinka menambahkan alangkah baiknya kalau akses penonton lebih diperketat dan dibatasi untuk beberapa area. Atau paling tidak marshal juga lebih tegas dalam mengarahkan penonton.
“Intinya sih bukan dari penyelenggara saja, tapi semuanya termasuk pembalap dan kru. Soalnya banyak juga pembalap dan kru yang nonton di situ, nah penonton lain mungkin berpikir boleh nonton disitu jadinya pada ngikut. Jadi semuanya harus punya kesadaran,” sambungnya.


