gilabalap.com – Daffa AB, pegokart dari tim P-Five Racing mempertahankan tren podium usai finish di posisi ke 2 dalam lanjutan kejuaraan nasional Eshark Rok Cup Indonesia 2021 putaran ke 5 di Sirkuit Internasional Karting Sentul, Minggu (31/10/2021).
Walaupun Daffa tidak mendapatkan fastest lap di seri ini, tapi Daffa berhasil membuktikan konsistensinya dengan meraih pole position dari heat hingga prefinal.
Selepas seri 4 lalu, siswa kelas 9 Home Scholling Kak Seto ini mendapatkan pekerjaan rumah yang cukup berat. Pasalnya pesaing utama Aditya Wibowo tampil dengan performa yang luar biasa. Setelah berdiskusi dengan tim mekanik dan manager akhirnya di seri 5 Daffa berhasil mendapatkan settingan terbaiknya.
Namun sayangnya di lap-lap akhir prefinal, Daffa mengalami insiden yang cukup berdampak terhadap performa gokartnya.
“Pengalaman Daffa di seri 4 yang lalu agak ketinggalan oleh Adit, maka dicari lagi settingan sasis yang lebih baik dan ternyata bisa ditemukan. Makanya seri 5 kemaren Daffa ketat sekali dengan Adit, terbukti di Pre Final Adit sulit mengejar dan mengovertake Daffa sampai lap terakhir. Ketika balapan menyisakan 1 putaran lagi (last lap) dan hanya tinggal beberapa tikungan. Tepatnya di R9 yang memang tidak memungkinkan untuk menyalip, Adit menambah kecepatan disitu akhirnya menabrak Daffa dan mengenai lengan Daffa karena gokart Adit terbang persis didepannya dan kena setir nya yang berakibat velgnya pecah dan sasisnya bengkok, setir kolomnya bengkok dan lengan tangan Daffa agak bengkak,” ujar sang ayah Anang Boedihardjo kepada redaksi gilabalap.
Akibat insiden tersebut Daffa harus menjalani final race dengan kondisi gokart yang tidak maksimal serta sambil menahan rasa sakit cedera lengan.
“Kita tidak bisa tampil maksimal di sesi final pasca insiden di prefinal, karena sasis memang tidak bisa pulih total. Velg juga kita ganti dengan yang standard karena velg yang sebelumnya salah satunya ada yang pecah. Hasilnya gokart yang digunakan Daffa agak sulit untuk belok dan tidak bisa maksimal di final,” tambahnya.
“Sedangkan untuk seri 6 atau seri terakhir Daffa harus mengganti sasis yang lain, pasalnya sasis yang kena tabrak tidak bisa normal kembali seperti semula. Dan kami juga masih optimis untuk meraih juara nasional dikelas junior. Kemungkinan tahun depan Daffa harus naik ke kelas senior karena Daffa juga sudah over weight 5kg, ini juga menjadi hambatan untuk Daffa sendiri,” bebernya. (fjr/gb)

