gilabalap.com – Tim Banteng Motorsport kembali menunjukkan konsistensinya di ajang balap Pertamina Endurance Race 6 Hours yang berlangsung, 1 Februari 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurunkan tiga mobil kategori ITCR 1200cc dengan kombinasi pembalap internasional dan nasional, Banteng Motorsport berhasil meraih satu podium serta menempatkan dua mobil lainnya di posisi kompetitif hingga garis finis.
Dalam balapan kali ini, Banteng Motorsport diperkuat dua pembalap internasional, Jonatan Xie (Singapura) dan Igors Brainins (Latvia), serta jajaran pembalap nasional Hendra Widjanarko, M. Ichsan, David Djaja, M. Rayhan Tania, Davino Satria, dan Fladdy Malik. Partisipasi ini menandai tahun ketiga tim mengikuti ajang balap endurance sejak debut mereka pada Sepang 1000KM tahun 2023.
Dengan pengalaman yang semakin matang, strategi utama tim difokuskan pada reliabilitas kendaraan dan zero trouble sepanjang balapan, termasuk penguatan serta penggantian sejumlah komponen penting guna memastikan mobil berada dalam kondisi prima sejak start hingga finis.
Namun, tantangan muncul pada mobil nomor 533 yang dikemudikan oleh Hendra Widjanarko, M. Ichsan, dan Jonatan Xie. Kendaraan tersebut mengalami kendala akibat bahan bakar yang tercampur air, menyebabkan mobil mengalami masalah sejak sesi kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi paling belakang.
Pada awal balapan, mobil kembali mengalami gangguan pada piggyback ECU yang masuk ke mode aman akibat pembacaan air-fuel ratio yang tidak akurat. Tim kemudian memutuskan melepas piggyback ECU saat pit stop, memungkinkan mobil melanjutkan balapan meski dengan penurunan performa tenaga mesin.

Terlepas dari kendala tersebut, hasil yang diraih tim tetap tergolong memuaskan. Mobil nomor 44 yang dikemudikan David Djaja, Rayhan Tania, dan Davino Satria berhasil meraih podium ketiga, sementara mobil nomor 123 yang diperkuat Fladdy Malik dan Igors Brainins finis di posisi keempat. Mobil nomor 533 tetap berhasil menyelesaikan balapan hingga garis finis, menunjukkan ketahanan dan kerja keras tim sepanjang lomba.
Pembalap M. Ichsan menyampaikan bahwa secara persiapan tim sebenarnya sudah sangat siap menghadapi balapan.
“Harusnya semua bisa berjalan sesuai target karena seluruh persiapan sudah dilakukan dengan matang. Namun dalam balap endurance, faktor keberuntungan juga tetap menjadi salah satu penentu hasil akhir,” ujar M. Ichsan.
Dukungan teknis dari sponsor Mesin HL juga mendapat sorotan positif. CMO Mesin HL, Jerry Riadi, menyampaikan bahwa ajang ini kembali menjadi pembuktian kualitas produk dalam negeri.
“Mesin HL terus menguji dan membuktikan kualitas produk Indonesia agar sejajar dengan brand Jepang, Eropa, dan Amerika yang umum digunakan di motorsport. Tools dengan standar kekuatan dan presisi tinggi tidak hanya mendukung performa kendaraan di lintasan, tetapi juga mempercepat pekerjaan di pit stop sehingga membantu tim meraih waktu terbaik,” jelasnya.
Keberhasilan kembali meraih podium pada ajang endurance paling bergengsi di Indonesia ini menjadi bukti konsistensi Banteng Motorsport dalam menjaga performa, strategi, dan pengembangan teknis tim untuk menghadapi kompetisi endurance di level nasional maupun internasional.

