gilabalap.com – Juara umum Kejuaraan Nasional Indonesia Touring Car Championship (ITCC) kelas 1400, Yulianto Adi ternyata memiliki beberapa catatan dan kritikan soal IMI Award yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Adi sapaan akrab Yulianto Adi, ajang IMI Award terasa cukup mewah, namun ada beberapa hal yang membuat agenda penyerahan penghargaan bagi pembalap berprestasi tersebut sedikit mengecewakan.
“Acaranya cukup mewah. Overall sih oke, tapi kelamaan nunggu. Sempet rada ngeri juga lihat award motor, ada dua pembalap naik pakai tongkat. Sepertinya pialanya kurang mewah jika melihat perjuangan mereka,” kata Adi kepada redaksi gilabalap.com.
“Selain itu, panitia juga tidak siap dengan pialanya. Piala Alvin di print doank dan kaya di laminating gitu. Sedangkan yang lainnya di gravir,” sambungnya.
Lebih jauh, Adi juga sedikit mengkritisi saat penyerahaan Award kepada pembalap internasional seperti Rio Haryanto yang digabung dengan 10 pembalap lainnya saat di panggung. Menurut Adi, Rio Haryanto layak mendapat treatment lebih karena perjuangan yang berat mengibarkan merah putih di balapan GP2 2015.
“Liat aja Rio, dia naik panggung hanya 5 menit dan barengan dengan 10 orang lainnya. Menurut saya dia pantas dapat lebih dari itu. Minimal kasih kesempatan buat say thanks dan lain-lain. Kan kasihan, masa nunggu dari jam 8 sampai jam 11 malam cuma untuk naik panggung 5 menit. Seperti kurang dihargai di negeri sendiri,” lanjut Adi.
Ya, lebih dari 100 pembalap berprestasi dari setiap cabang baik roda dua dan roda empat mendapatkan penghargaan di ajang IMI Award 2015. Untuk Kejurnas ITCC, Adi mendapat penghargaan bersama dua juara umum di kategori lainnya antara lain Uki Ifwa dan Alvin Bahar. (adri/gilabalap.com)
Yulianto Adi (kanan) bersama Rio Haryanto

