Gilabalap.com – Seperti dejavu. Performa impresif kembali ditunjukkan Oliver King Yuwono pada lanjutan Kejuaraan Nasional Gokart ESHARK ROK Cup Indonesia 2026. Setelah pada Round 5 mampu start dari posisi ke-23 dan finis di posisi ke-4, hasil serupa kembali ia torehkan pada Round 6.
Bertanding di Sentul Karting Circuit, Citeureup, Bogor, 5–6 September 2026, Oliver kembali memulai Final dari posisi ke-21. Namun, pegokart muda yang membawa bendera Dewa United Motorsport tersebut justru tampil semakin agresif dan berhasil mengakhiri balapan di posisi ke-4.

Turun di kelas Mini ROK dengan total 26 starter, Oliver menunjukkan mental bertarung yang luar biasa. Putra mantan pembalap slalom Bernard Yuwono itu sukses meng-overtake sebanyak 17 pembalap dalam sesi Final hingga bendera finis dikibarkan.

Perjuangan Oliver sebenarnya sudah menghadapi tantangan berat sejak sesi Prefinal.
Dalam balapan sepanjang 12 lap tersebut, Oliver yang mengawali start dari posisi ke-12 harus mengalami insiden di awal balapan. Memasuki Tikungan 2, ia terpaksa keluar lintasan untuk menghindari insiden yang terjadi di depannya.
Akibatnya, posisi Oliver langsung merosot hingga P22. Meski sempat kembali mengejar rombongan pembalap di depannya, situasi kembali kurang menguntungkan ketika ia harus keluar lintasan dan kehilangan beberapa posisi.

Dengan gap yang cukup jauh, Oliver akhirnya menyelesaikan Prefinal di posisi ke-21. Hasil tersebut membuatnya harus kembali memulai Final dari barisan belakang.
Namun, posisi start ke-21 ternyata bukan menjadi penghalang bagi Oliver.
Begitu lampu start padam, Oliver langsung mengambil inisiatif untuk mendorong laju gokartnya. Pergerakannya sangat agresif sejak lap pertama dan ia langsung memperbaiki posisi hingga P16.

Momentum tersebut terus dijaga. Memasuki lap kedua, Oliver kembali memangkas posisi dan naik ke urutan ke-14. Satu per satu pembalap di depannya menjadi sasaran hingga akhirnya Oliver mampu terus merangsek ke barisan depan.
Dengan gaya balap yang ngotot, Oliver terus melakukan manuver overtake sepanjang balapan. Dari posisi ke-21, ia perlahan membangun kembali peluang untuk mengejar posisi podium.
Hingga akhirnya, saat bendera finis dikibarkan, Oliver King Yuwono berhasil menuntaskan Final di posisi ke-4.

Hasil tersebut bahkan membuat sang ayah, Bernard Yuwono, mengaku cukup terkejut melihat perkembangan posisi Oliver sepanjang Final.
“Saya juga nggak nyangka start dari belakang (P21) tiba-tiba udah di depan (P4). Untuk di heat dan prefinal mungkin dia grogi, Mas. Mudah-mudahan tahun depan bisa improve,” ujar Bernard Yuwono.

Performa Oliver di Round 6 memang menjadi gambaran bagaimana seorang pembalap harus mampu bangkit setelah menghadapi situasi sulit. Start dari posisi ke-21, ia justru mampu menemukan kembali ritme balap dan memangkas jarak dengan pembalap di depannya hingga 17 posisi.
Target Oliver Tahun Depan
Menghadapi musim kompetisi berikutnya, Bernard juga telah menyiapkan target yang lebih terarah bagi Oliver. Fokus utama bukan hanya pada Kejurnas Sentul, tetapi juga membawa Oliver untuk mendapatkan pengalaman lebih banyak di ajang internasional.
“Untuk tahun depan target ikut semua kejuaraan seri IAME Asia dulu sama Kejurnas Sentul,” jelas Bernard.

Rencana tersebut diharapkan bisa menjadi bagian dari proses pembentukan Oliver sebagai pembalap muda yang semakin matang. Kompetisi di level Asia tentu akan memberikan pengalaman berbeda, terutama dalam menghadapi karakter pembalap dan persaingan yang lebih beragam.
Di balik pencapaian Oliver di lintasan, Bernard juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus memberikan dukungan selama perjalanan Oliver di dunia gokart.
“Terima kasihnya buat keluarga yang mendukung, Coach Haridarma, James Sanger, tim mekanik Oliver, dan Dewa United Motorsport,” ungkapnya.

Penampilan Oliver King Yuwono di Round 6 ESHARK ROK Cup Indonesia 2026 pun menjadi salah satu catatan positif. Kembali start dari P21 dan finis P4 seperti pada Round 5, perjuangan tersebut terasa seperti sebuah dejavu.

Namun, yang lebih penting dari sekadar hasil akhir adalah bagaimana Oliver mampu bangkit dari keterpurukan dan menunjukkan semangat pantang menyerah untuk terus mengejar pembalap di depannya.
Dua kali membuktikan mampu mengubah posisi start dari barisan belakang menjadi finis P4, Oliver kini memiliki modal penting untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada musim berikutnya. (JW/Foto : Fajar Eko)
