Gilabalap.com – Seri final Kejuaraan Nasional ESHARK ROK Cup Indonesia 2026 yang berlangsung di Sentul International Karting Circuit, Bogor, 5–6 September, harus menghadapi situasi tak biasa.
Bukan hanya persaingan ketat di lintasan yang menjadi perhatian. Pada Minggu pagi, jalannya balapan sempat dihentikan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang semakin tebal dan mulai menutupi lintasan.

SS Live Streaming Otomotif Zone
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda memang tengah mengalami peningkatan aktivitas sejak Jumat (4/9). Badan Geologi mencatat episode erupsi menerus berlangsung sekitar 25 jam, mulai 4 September pukul 23.07 WIB hingga 6 September pukul 00.04 WIB.
Dampaknya tidak hanya terasa di sekitar Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik terpantau mencapai sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra. BMKG bahkan mengidentifikasi sebaran abu yang meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.
Kondisi tersebut kemudian turut memengaruhi pelaksanaan final ESHARK ROK Cup Indonesia di Sentul.

SS Live Streaming Otomotif Zone
Saat abu vulkanik mulai turun dengan intensitas yang cukup banyak di sekitar sirkuit, Race Director bersama pihak ESHARK selaku penyelenggara dan sejumlah perwakilan tim balap mengambil keputusan untuk menghentikan sementara jalannya race.

Keputusan tersebut diambil demi memastikan kondisi lintasan kembali aman. Abu vulkanik yang menempel di permukaan trek tentu bukan persoalan sepele bagi para pegokart. Selain membuat grip lintasan berubah, debu yang tebal juga dapat mengganggu visibilitas dan meningkatkan risiko insiden.
Untuk mempercepat proses pembersihan, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Cibinong dikerahkan ke sirkuit. Tidak hanya itu, dua unit mobil tangki air juga ikut diturunkan untuk menyiram permukaan lintasan dan membantu menghilangkan debu serta abu vulkanik yang menempel di trek.



Penghentian balapan berlangsung kurang lebih dua jam. Waktu yang cukup panjang tersebut membuat panitia harus melakukan penyesuaian terhadap jadwal balapan yang telah disusun sebelumnya.
Sejumlah sesi akhirnya harus dipangkas untuk mengejar waktu sekaligus menjaga agar rangkaian final tetap dapat diselesaikan.
Sesi Heat untuk kelas Shifter 150 harus ditiadakan. Begitu pula dengan Final B kelas Mini Rok, Junior Rok, dan Senior Rok yang harus dihapus dari jadwal.

Bagi penyelenggara, situasi ini menjadi tantangan tersendiri. Final ESHARK ROK Cup Indonesia 2026 yang seharusnya menjadi puncak persaingan musim ini harus beradaptasi dengan kondisi alam yang berada di luar kendali.

Pada akhirnya, final ESHARK ROK Cup Indonesia 2026 di Sentul bukan sekadar pertarungan untuk menentukan siapa yang tercepat. Seri penutup musim ini juga menjadi bukti bahwa dunia balap terkadang harus berhadapan dengan faktor alam yang tidak bisa diprediksi.
Ketika abu vulkanik turun dan lintasan berubah, keputusan untuk berhenti menjadi pilihan paling masuk akal. Setelah kondisi dinilai memungkinkan, mesin kembali meraung dan persaingan pun dilanjutkan hingga garis finis.
