Gilabalap.com – Pegokart muda asal Indonesia, Muhammad FA Wibowo, kembali menunjukkan performa kompetitif dalam ajang WSK Final Cup Round 1 yang berlangsung di Sirkuit Franciacorta, Italia, pada 26–30 Agustus 2026.
Turun bersama BabyRace Driver Academy di kelas Mini GR.3, Muhammad harus berhadapan dengan persaingan ketat yang diikuti sebanyak 52 pembalap dari berbagai negara.
Performa positif sudah ditunjukkan Muhammad sejak sesi Qualifying Time Trial (QTT). Pegokart Indonesia tersebut berhasil mengamankan Pole Position, sekaligus menempatkan dirinya sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan sepanjang akhir pekan balap.

Perjuangan Sengit di Prefinal
Memasuki sesi Prefinal, Muhammad tergabung di Grup B yang dihuni 26 pembalap. Berbekal hasil kualifikasi, ia memulai balapan dari grid ke-6.
Persaingan langsung berlangsung ketat sejak tikungan pertama. Sejumlah pembalap terlibat dalam insiden, namun Muhammad berhasil melewati situasi tersebut dengan aman. Meski demikian, ia harus kehilangan beberapa posisi dan turun ke urutan kedelapan.
Memasuki lap kedua, Muhammad mulai menemukan ritmenya. Ia berhasil memperbaiki posisi ke urutan ketujuh dan terus memberikan tekanan kepada pembalap di depannya.
Menjelang lap kelima, tepatnya di dua tikungan terakhir, Muhammad mencoba melakukan manuver overtaking. Namun, upaya tersebut belum berjalan sempurna. Gokartnya melebar hingga sempat keluar trek dan membuat posisinya kembali turun ke urutan kedelapan.
Tidak menyerah, Muhammad kembali melakukan serangan. Ia berhasil melewati Van De Coterlet dari Belanda untuk merebut posisi ketujuh.
Memasuki lap ketujuh, Muhammad kembali menunjukkan keberaniannya. Di tikungan yang sama, ia berhasil mengovertake Chaverri Samuel dari Kosta Rika dan naik ke posisi keenam.
Perjuangan hingga lap terakhir akhirnya membuahkan hasil. Muhammad mampu menyelesaikan Prefinal Grup B di posisi kelima, sekaligus membawa modal penting untuk menghadapi sesi Final.

Start dari Grid 12, Muhammad Terus Merangsek ke Depan
Pada sesi Final, Muhammad FA Wibowo harus memulai balapan dari grid ke-12 dan menghadapi 36 pembalap.
Begitu lampu start padam, persaingan langsung memanas. Tikungan pertama menjadi salah satu titik krusial, dengan sekitar lima pembalap harus terlibat insiden dan keluar dari lintasan.
Muhammad mampu menghindari kekacauan tersebut dan mempertahankan posisinya. Memasuki lap kedua, ia mulai memperlihatkan kecepatannya dengan memperbaiki posisi.
Tekanan terus diberikan. Muhammad tampil agresif namun tetap terukur hingga berhasil merangsek ke posisi ketujuh.

Memasuki lap keempat, jarak dengan pembalap di depan semakin dekat. Muhammad terus memangkas gap dan akhirnya berhasil mengamankan posisi keenam.
Tidak berhenti di sana, satu pembalap kembali berhasil dilewati. Muhammad pun naik ke posisi kelima dan mulai masuk dalam persaingan papan atas.
Momentum kembali datang pada lap ketujuh. Memanfaatkan celah ketika Mair Alfie sedikit melebar, Muhammad langsung mengambil kesempatan tersebut dan berhasil naik ke posisi keempat.
Kecepatan Muhammad semakin terlihat. Pada lap kesembilan, ia bahkan mencatatkan fastest lap dengan torehan waktu 54,674 detik.

Di lap yang sama, Muhammad kembali melancarkan serangan dan berhasil mengovertake Lockhart untuk merebut posisi ketiga.
Persaingan untuk posisi ketiga pun semakin panas. Lima pembalap silih berganti bertarung ketat untuk memperebutkan posisi tersebut. Muhammad berada di tengah-tengah pertarungan sengit hingga akhirnya mengalami kontak dengan pembalap lain yang menyenggol bagian kanan belakang gokartnya.
Kontak tersebut membuat Muhammad harus kehilangan beberapa posisi dan kembali turun ke urutan keenam.
Memasuki lap-lap akhir, pertarungan belum juga mengendur. Muhammad terus berusaha mempertahankan posisinya sekaligus mencari peluang untuk kembali menyerang. Namun hingga bendera finis dikibarkan, ia akhirnya harus puas menyelesaikan balapan di posisi ketujuh.
Sementara itu, rekan satu tim Muhammad di BabyRace Driver Academy, El Gahoudi Nahyl dari Maroko, tampil sebagai pemenang dan berhasil mengamankan posisi pertama.

Muhammad: Banyak Pelajaran yang Didapat
Meski gagal mengamankan podium, hasil di Franciacorta tetap menjadi catatan positif bagi Muhammad. Pasalnya, ia mampu menunjukkan kecepatan sejak sesi kualifikasi, bersaing di barisan depan, hingga mencatatkan fastest lap pada sesi Final.
Usai balapan, Muhammad juga menyampaikan refleksinya melalui unggahan di Instagram pribadinya. Ia mengakui hasil tersebut terasa sedikit mengecewakan karena sempat berada dalam pertarungan perebutan podium di lap-lap akhir.
“Sedikit pahit manis karena kami bertarung untuk posisi podium di tahap akhir balapan, tetapi beberapa kesalahan dari saya membuat kami harus puas dengan hasil ini.”

Meski demikian, Muhammad tetap melihat banyak hal positif dari pekan balapnya di Franciacorta. Ia mengaku bangga dengan performanya dan merasa masih memiliki banyak ruang untuk berkembang.
“Saya tetap sangat bangga dengan pekan ini. Saya belajar banyak hal dan saya masih merasa bisa berkembang jauh lebih baik lagi.”

Muhammad juga memberikan apresiasi kepada BabyRace Driver Academy, serta orang-orang yang berada di balik perjuangannya selama menjalani kompetisi.
“Terima kasih kepada BabyRace Driver Academy untuk gokart yang luar biasa, serta Alessio Lorandi, Presley Martono, Fadhli Sr dan Brandon Loiacono yang terus mendorong saya untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dalam diri saya, serta seluruh keluarga saya.” Tutupnya. (Fajar Eko/Foto Dok. Muhammad FA Wibowo)
