gilabalap.com – Usainya IAME Series Asia 2026 Round 2 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi pembalap muda Indonesia, Morgan Holindo Sonmoahi. Tampil di Bira Kart Circuit, Thailand, pada 28–29 Maret 2026, Morgan menjalani debutnya di level Asia Pacific—sebuah tantangan besar bagi pembalap yang masih tergolong newbie di ajang ini.
Meski hasil akhir belum maksimal, perjalanan Morgan di seri ini tetap menyimpan banyak pelajaran penting. Ia harus menghadapi ketatnya persaingan dari para top driver berbagai negara, sekaligus beradaptasi dengan karakter sirkuit yang cukup tricky.

Berikut hasil yang diraih Morgan dikelas Cadet sepanjang akhir pekan:
Qualifying (QTT): Start P30 → Finish P35 (penalty bumper)
Heat 1: Start P35 → Finish P28 (penalty bumper)
Super Heat: Start P35 → Finish P31
Final: Start P36 → Finish P30
Sang ayah mengungkapkan bahwa meski hasil belum sesuai harapan, ada peningkatan signifikan dari sisi mental dan pengalaman.
“Untuk hasil, not bad lah. Paling tidak nggak paling buntut. Mental dan experience-nya naik level. Fighting di sana gila-gilaan, beda banget dengan Sentul. Namanya juga Asia Pacific Series, yang ikut pasti top driver dari berbagai negara. Dan kayaknya Morgan doang yang masih newbie di sana,” ujarnya.
Morgan sendiri juga mengakui bahwa persaingan di Thailand terasa sangat berat. Selain lawan yang kompetitif, kondisi sirkuit juga menjadi tantangan tersendiri.
“Persaingan di sana berat banget. Sirkuitnya tricky, banyak belokan tajam, dan wear ban-nya parah. Ban dipakai dua sesi saja sudah habis,” ungkap Morgan.

Tak hanya itu, perjuangan Morgan semakin berat karena harus bertanding dalam kondisi kurang fit. Pembalap yang juga merupakan murid kelas P5 di Sekolah Tzu Chi, PIK ini sempat mengalami demam tinggi saat event berlangsung.
“Di sana sempat demam, bahkan saat race suhu badannya sampai 38 derajat. Sempat ke medic room dan sebenarnya tidak disarankan untuk balapan. Saya juga sudah bilang untuk tidak usah ikut, tapi dia bilang sudah oke dan tidak pusing. Ya sudah, daripada dia malah bete dan makin drop, selama dia masih happy kita jalan terus,” cerita sang ayah.
Meski dalam kondisi tidak ideal, Morgan tetap menunjukkan semangat juang tinggi hingga menyelesaikan seluruh sesi balapan. Sang ayah pun menilai, jika kondisi fisiknya prima, peluang hasil yang lebih baik sangat terbuka.
“Kalau nggak sakit, saya optimis dia bisa tembus sekitar P25 saat QTT,” tambahnya.

Sebagai salah satu pembalap binaan Dewa United Motorsport Academy, Morgan dipastikan masih akan terus menambah jam terbang di level Asia.
“Ke depannya ingin coba Asia lagi. Tapi kalau bisa jangan di Bira, hahaha… panas banget! Pengen coba sirkuit lain untuk nambah pengalaman,” tutup sang ayah sambil tersenyum.

Debut yang penuh tantangan ini menjadi fondasi penting bagi Morgan untuk berkembang. Dengan mental yang semakin terasah dan pengalaman bertanding di level internasional, bukan tidak mungkin performanya akan semakin kompetitif di seri-seri berikutnya. (Fajar Eko/ Foto : Dok. Morgan Holindo)
