gilabalap.com – Gelaran seri pembuka musim ini, PT Grand Prix of Thailand, langsung menghadirkan tensi tinggi sejak hari pertama. Balapan yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, menjadi panggung pembuktian para pembalap dunia – termasuk dua talenta muda Indonesia yang tampil menggigit di kelas Moto3 dan Moto2 pada ajang MotoGP 2026 Round 1.
Veda Ega Pratama Bikin Gebrakan di Moto3
Musim 2026 menjadi babak baru bagi Veda Ega Pratama. Debut penuhnya di kelas Moto3 bukan sekadar formalitas. Sejak sesi latihan bebas, Veda sudah menunjukkan ritme kompetitif, percaya diri, dan makin matang dalam membaca karakter sirkuit Buriram yang terkenal cepat dan teknikal.
Puncaknya terjadi di sesi Q2. Membela Honda Team Asia, Veda mencetak waktu impresif 1:40,877 dan sukses mengamankan posisi start ke-5.

(Foto: Honda Team Asia)
Sebuah pencapaian luar biasa untuk seorang rookie!
Start dari baris kedua di seri pembuka jelas bukan hasil biasa. Veda bukan hanya tampil cepat, tapi juga konsisten dan tenang menghadapi tekanan. Tak heran jika namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini.

Mario Suryo Aji Bangkit dan Cetak Grid Terbaik di Moto2
Di kelas Moto2, perjuangan Mario Suryo Aji tak kalah dramatis. Pembalap asal Magetan, Jawa Timur itu sempat menghadapi tantangan di sesi latihan bebas. Pada FP2, Mario masih tercecer di posisi ke-19. Namun di sinilah mental Suryo Aji sebagai pebalap diuji.
Alih-alih tertekan, Mario justru bangkit.
Perubahan signifikan terlihat saat kualifikasi. Ia tampil jauh lebih agresif dan presisi, meningkatkan ritme secara drastis di Q2 hingga akhirnya mengunci posisi start ke-9. Itu artinya, Mario akan memulai balapan dari baris ketiga – sekaligus menjadi grid terbaiknya sepanjang karier di kelas Moto2.

(Dok. INSTAGRAM @mariosuryoaj1)
Lonjakan performa dari FP2 ke Q2 menunjukkan progres yang nyata. Adaptasi set-up yang tepat, manajemen ban yang lebih matang, serta kepercayaan diri yang terjaga menjadi kunci bagi Suryo Aji.
Start dari posisi sembilan tentu membuka peluang besar untuk mengamankan poin penting di seri pembuka musim ini.

Sinyal Positif untuk Musim 2026
Indonesia kini punya dua pembalap yang mampu bersaing sejak awal musim, bukan hanya sekadar pelengkap grid. Seri Thailand menjadi bukti bahwa progres pembinaan dan pengalaman internasional mulai menunjukkan hasil nyata. (Fajar Eko/GB)
