gilabalap.com – Kejuaraan balap mobil Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2019 diramaikan oleh banyak pembalap pendatang baru. Namun yang paling menarik perhatian adalah kehadiran Lady Cild yang merupakan mantan dragster wanita.
Lady Cild yang memiliki nama asli Rismiati Riantini merupakan salah satu debutan di ISSOM 2019. Di tahun pertamanya, Lady hanya sempat tampil balapan sebanyak dua seri. Namun, tahun depan (ISSOM 2020) wanita berusia 23 tahun ini berencana akan fokus berkompetisi semusim penuh di ISSOM.
Saat berlangsung BSD Grand Prix 2019, Minggu (1/12) kemarin, redaksi gilabalap.com mendapat kesempatan untuk melakukan wawancara dengan Lady Cild.
Berikut kutipan wawancara gilabalap.com dengan Lady Cild:
Q: Kapan persisnya mulai ikut balapan di ISSOM?
A: “Aku awalnya balapan motor, balapan drag bike. Nyoba balap mobil baru tahun 2019 ini, cuma ikut 2 seri, tepatnya di seri 4 sama seri 5 doang.”
Q: Balapan ISSOM di kelas apa dan pakai mobil apa?
A: “Pertama pakai Jazz di kelas OMR Jazz dan ITCR yang kedua pakai Brio di kelas OMR Brio.
Q: Pengalaman yang didapat saat terjun ke balap mobil?
A: “Dapat pengalaman banyak sih, masih banyak troublenya, pas balap pakai Jazz ada masalah di ban, bannya copot. Terus pas yang balap Brio di S kecil aku nubruk tembok, jadi belum ada yang finish. Pengalaman balap kemarin intinya belum maksimal, karena persiapannya juga kurang. Sebelum ikutan race cuma dapat kesempatan 4 kali latihan terus langsung balap.”
Q: Apa kesulitannya pindah dari dragbike ke balap mobil (touring)?
A: “Banyak perbedaan sih dari balap motor ke balap mobil, dari racing line, dari teorinya dan segala macamnya beda. Kalau dragbike kan tinggal lurus aja, kalau balap touring kan beda banget. Intinya aku masih harus banyak belajar lagi biar lebih maksimal.”
Q: Apakah sekarang masih eksis di balap drag bike?
A: “Drag bikenya udah di tinggal. Karena tahun 2018 bulan September kecelakaan parah sampe patah tulang. Setelah itu nggak boleh balapan motor lagi.”
Q: Rencana tahun depan?
A: “Tahun depan fokus di balap mobil rencananya ikut di OMR Brio, udah ada mobilnya lagi dibangun. Tahun depan aku akan terus latihan biar lebih maksimal, semoga ada yang ngajarin juga. Nggak muluk, yang penting makin paham racing line dulu, terus mengasah skill biar lebih lancar balapannya.”
Q: Target di ISSOM 2020?
A: “Untuk seri awal adaptasi dulu, target bisa podium di seri 5 mudah-mudahan, karena masih pemula banget jadi nggak nargetin banget podium, yang penting bisa finish. kalau bisa podium itu bonus lah.”

