gilabalap.com – Salah satu peserta Formula 4 South East Asia (SEA) Championship 2016 asal Indonesia, Presley Martono menjelaskan bahwa ada beberapa perbedaan antara Formula 4 SEA dengan Formula 4 Eropa yang pernah ia cicipi tahun 2015 silam.
Perbedaan mendasar antara lain dari segi spek mobil yang digunakan. Jika di F4 Eropa Presley harus beradaptasi dengan mesin Abarth kali ini di F4 SEA ia harus cepat beradaptasi dengan mesin Renault. (Baca Juga: Tiga Pembalap Indonesia Resmi Berkenalan dengan Mobil Formula 4)
“F4 Asia dengan Eropa berbeda. Bedanya di sasis dan mesin. Sewaktu saya ikut tes resmi F4 Eropa ada dua sasis yaitu Mygale dan Tatus. Sementara mesinnya pakai Abarth,” kata Presley kepada redaksi gilabalap.com.
Lebih jauh, Presley tetap merasa optimis bakal mampu berbicara banyak di pentas F4 SEA tahun ini. Bukan tanpa alasan, pegokart yang pernah meraih gelar runner up kejuaraan gokart Eropa yakni CIK FIA European Championship tahun 2015 ini punya modal yang lebih dari cukup untuk menjadi yang terdepan.
Benar saja di sesi tes resmi F4 SEA hari pertama, Rabu (29/6) di Sirkuit Sepang, Malaysia, remaja 16 tahun ini mampu meraih catatan waktu yang cukup impresif dan selalu berada di tiga besar.
“Saya pernah ikut tes F4 Eropa, tapi itu tahun lalu, jadi tetap saja butuh adaptasi dan kembali mencoba menyesuaikan diri. Catatan waktu sejauh ini cukup bagus, tapi saya belum puas,” beber Presley.
Tes resmi F4 SEA masih akan berlanjut di hari kedua, Kamis (30/6) di Sirkuit Sepang, maka dari itu di hari kedua Presley terus mencoba meningkatkan sekaligus memperbaiki performa untuk melewati pencapaian hari pertama. (adri/gilabalap.com)
Presley Martono tampil impresif di hari pertama tes resmi F4 SEA, Sirkuit Sepang

