Gilabalap.com – Usianya masih sangat muda, namun semangat Hafla Habeel Ranendra di dunia balap pocket bike mulai menunjukkan perkembangan yang menarik. Pembalap cilik asal Tangerang tersebut kembali merasakan ketatnya persaingan dalam lanjutan Lenka Junior Cup Prix 2026 Round 3 yang berlangsung di Sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat, Sabtu (19/9/2026).
Habeel, sapaan akrabnya, turun di dua kelas sekaligus, yakni Basic 4-7 Tahun dan Basic 8-10 Tahun. Meski baru menjalani tahun pertamanya mengikuti kejuaraan pocket bike, pembalap kelahiran 19 Oktober 2020 ini sudah menunjukkan antusiasme dan keberanian untuk berkompetisi menghadapi pembalap-pembalap seusianya bahkan diatas usianya sekalipun.

Hasil yang diraih pada seri ketiga pun cukup positif. Di kelas Basic 4-7 Tahun, Habeel berhasil mengamankan podium keempat Grup B. Sementara di kelas Basic 8-10 Tahun, ia kembali mampu bersaing hingga finis di posisi kelima Grup A.
Bagi Habeel dan keluarga, hasil tersebut bukan sekadar angka di papan klasemen. Persaingan di lintasan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran, terutama karena ia masih berada pada tahap awal membangun pengalaman balap.

Sang ayah menilai persaingan di Lenka Junior Cup Prix semakin kompetitif. Bukan hanya kemampuan pembalap yang berkembang, tetapi juga dukungan dari orang tua, mekanik, hingga tim yang membuat atmosfer persaingan semakin kuat.
“Persaingannya sangat pesat, lebih ngeri lagi anak-anak sekarang. Terutama semangat anak-anak, orang tua, mekanik, dan tim yang luar biasa,” ujar sang ayah.
Perjalanan Habeel di Round 3 juga tidak berlangsung mulus. Ia sempat mengalami kendala pada mesin yang membuat situasi balap menjadi semakin menantang. Belum lagi, Habeel juga sempat terjatuh pada lap pertama.

Namun, pembalap cilik tersebut mampu kembali melanjutkan balapan dan berusaha mempertahankan posisinya. Dengan kemampuan yang dimiliki, Habeel mencoba menutup racing line lawan untuk menjaga posisi hingga akhirnya mampu kembali mengamankan tempat di barisan podium.
“Alhamdulillah, walaupun sempat drop mesin, Habeel berusaha dengan skill yang dia punya menutup racing line lawan untuk mempertahankan posisi agar bisa naik podium. Dia juga sempat jatuh di lap pertama, tapi alhamdulillah kembali selamat dan podium,” lanjut sang ayah.
Hasil tersebut sekaligus menjadi gambaran perkembangan Habeel di tahun pertamanya. Pengalaman menghadapi tekanan, menjaga posisi, membaca situasi di lintasan hingga bangkit setelah mengalami insiden menjadi modal penting untuk perjalanan berikutnya.

Kini perhatian Habeel dan tim mulai diarahkan menuju seri final Lenka Junior Cup Prix 2026 di Sentul. Persiapan pun mulai dilakukan, tidak hanya dari sisi motor, tetapi juga kondisi fisik sang pembalap.
“Persiapan fisik harus ditambah, prepare motornya paling penting,” kata sang ayah.
Lahir dan tumbuh di Tangerang, Habeel saat ini bersekolah di TK B Al-Fityan School Tangerang. Ketertarikannya terhadap pocket bike sendiri mulai ditekuni sejak 2025.

Dengan usia yang masih belia dan pengalaman yang terus bertambah, setiap seri menjadi kesempatan bagi Habeel untuk belajar dan berkembang. Perjalanan di Lenka Junior Cup Prix bukan hanya tentang mengejar hasil, tetapi juga membangun keberanian, konsistensi, dan pengalaman sejak usia dini.
Dan seperti halnya pembalap muda lainnya, perjalanan Habeel masih panjang. Setiap putaran yang dilalui menjadi satu langkah kecil untuk mengenal lebih jauh dunia balap yang mulai ia cintai.
