Gilabalap.com – Ada pengalaman pertama yang selalu meninggalkan cerita tersendiri bagi seorang pembalap. Begitu pula yang dirasakan Genio Rizky Ramadhan saat mengikuti lanjutan Kejuaraan Lenka Junior Cup Prix 2026 Round 3 di Sirkuit Gery Mang, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 19 September 2026.
Bagi pembalap muda yang akrab disapa Nio ini, seri tersebut menjadi debut perdananya tampil di sirkuit selain Sentul. Dengan karakter trek yang berbeda dan waktu persiapan yang sangat terbatas, Nio harus beradaptasi dalam waktu singkat sebelum turun balap.

Nio hanya memiliki kesempatan satu hari untuk berlatih, yakni pada Jumat sebelum perlombaan. Meski demikian, tantangan tersebut tetap dijalani sebagai bagian dari proses pembentukan pengalaman dan mental balapnya.
“Ini merupakan sirkuit perdana bagi Nio, dan kita hanya punya waktu singkat untuk mengikuti event ini. Berat, tapi ia tetap harus jalani,” ungkap sang ayah.
Setibanya di Sirkuit Gery Mang pada Jumat pagi, Nio langsung melakukan track walk sebanyak dua putaran. Langkah tersebut menjadi kesempatan pertamanya mengenali layout dan karakter tikungan sebelum kemudian turun menggunakan motor.
“Jadi kita datang di hari Jumat pagi dan melakukan track walk sebanyak dua putaran. Setelah itu baru ia menggunakan motornya untuk mengenal karakter sirkuit pada sesi pertama. Di sesi kedua kita mulai mencari waktunya,” tambah sang ayah.

Proses adaptasi Nio pun mulai terlihat. Pada sesi latihan awal, ia masih mencatatkan waktu di kisaran 1 menit 24 detik. Namun setelah jeda istirahat, performanya meningkat cukup signifikan.
Memasuki sesi latihan ketiga, Nio langsung mampu menorehkan waktu terbaik 1 menit 16 detik. Catatan tersebut menjadi sinyal positif mengingat dirinya baru pertama kali menginjakkan roda di Sirkuit Gery Mang.

Terkendala Pengereman
Perjalanan Nio pada seri ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Selepas mengalami insiden saat latihan Jumat, salah satu baut pada bagian master rem atas terlepas. Kondisi tersebut membuat sistem pengereman depan mengalami kendala ketika memasuki sesi Free Practice dan Qualifying Time Trial (QTT).
Di kelas Beginner 8-10 tahun, Nio tetap berusaha menjalani sesi dengan kondisi yang belum optimal. Keterbatasan pada pengereman depan membuatnya tidak dapat tampil maksimal, namun ia masih mampu mencatatkan waktu 1 menit 17 detik dan menempati posisi ke-9.

Situasi serupa juga dialaminya ketika mengikuti kelas Beginner 11-12 tahun. Dengan waktu yang sangat terbatas untuk melakukan persiapan, Nio belum sempat mencatatkan waktu pada sesi FP dan QTT.
Ketika kembali masuk lintasan, Nio mengalami insiden di dua tikungan terakhir sehingga harus mengakhiri sesi lebih awal.
Pada Race 1 kelas Beginner 8-10 tahun, Nio yang mengawali start dari posisi ke-9 memilih menjaga ritme dan jarak dengan pembalap di depannya. Setelah lima lap, ia menyelesaikan balapan di posisi yang sama.
Perbaikan kemudian terjadi pada Race 2. Nio mampu naik satu posisi dan finis di peringkat ke-8. Hasil kombinasi tersebut membawanya meraih podium ke-4 Grup B.

Bangkit dari Posisi Terakhir
Cerita berbeda terjadi di kelas Beginner 11-12 tahun. Karena tidak memiliki catatan waktu pada QTT, Nio harus memulai balapan dari posisi ke-13 atau posisi paling belakang.
Namun kondisi tersebut justru menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan bertarungnya. Begitu balapan dimulai, Nio langsung melesat dan berusaha menempel rombongan tengah.

Dalam lima lap perlombaan, Nio berhasil memperbaiki posisinya secara signifikan hingga finis di posisi ke-7.
Hasil tersebut membuat Nio berhak membawa pulang podium ke-2 Grup B kelas Beginner 11-12 tahun.
Bagi sang ayah, pencapaian tersebut bukan hanya mengenai posisi akhir, tetapi juga perkembangan Nio sepanjang proses adaptasi dari hari pertama hingga balapan.
“Dia sudah menunjukkan progres yang baik dari hari Jumat hingga hari Sabtu. Dan hasilnya juga cukup baik dengan waktu singkat,” ungkapnya.

Fokus ke Seri Final
Perjalanan Lenka Junior Cup Prix 2026 selanjutnya akan memasuki seri pamungkas. Round 4 atau final dijadwalkan berlangsung di Sentul International Karting Circuit.
Kembali ke sirkuit yang sudah lebih familiar tentu menjadi kesempatan bagi Nio untuk membawa bekal pengalaman dari Subang dan berusaha tampil lebih baik.

“Kita akan berusaha lebih baik lagi di seri final nanti,” tegas sang ayah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada Nio selama mengikuti kejuaraan.
“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Dewa United Motorsport, BMHS (Bunda Medik Healthcare System), TKM Racing, Papahnya Morgan, Om Bernard, Oliver King Yuwono, tim mekanik Indro dan Bukhori, Om Gembul. Kita akan berusaha di seri final nanti,” tutupnya.

Dengan pengalaman baru dari Sirkuit Gery Mang dan progres yang diperlihatkan dalam waktu persiapan yang singkat, Nio kini memiliki satu modal penting untuk menghadapi seri penutup: pengalaman. (Fajar Eko/Foto: Jarwo)
