gilabalap.com – Sebagai bagian dari rangkaian Mandalika Festival of Speed (MFoS), Mandalika Kartini Race 2026 tampil mencuri perhatian di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit. Event ini menjadi supporting race yang menghadirkan warna berbeda, sekaligus menegaskan peran penting pembalap perempuan di dunia motorsport nasional.
Mandalika Grand Prix Association (MGPA) bersama Ikatan Motor Indonesia melalui komisi Women in Motorsport (IMI WIM), dengan dukungan penuh Toyota Krida Mataram, sukses menggelar ajang ini pada 1–3 Mei 2026.

Mengusung konsep one make race, seluruh pembalap menggunakan mobil yang sama, yakni Toyota Agya. Format ini membuat persaingan benar-benar ditentukan oleh skill, teknik, dan keberanian masing-masing pembalap, bukan sekadar performa kendaraan.
Ajang ini diikuti delapan srikandi lintasan dari berbagai cabang olahraga motorsport. Nama-nama seperti Alexandra Asmasoebrata (Mantan Pembalap Formula Renault Asia), Alinka Hardianti (pembalap Slalom, Drifting, Touring, Rally hingga Offroad), hingga Clio Tjonnadi (Pembalap Gokart) hadir membawa warna tersendiri. Tak ketinggalan Audy Anjani (Pembalap Baru Asal Lombok), Belove Athaya (Pembalap Drifting), Vivit Fariana (pembalap Drag Race dan Sprint Rally), Patricia Revalina (Pembalap Drag Race dan Sprint Rally), serta Ine Rosdiana (Pembalap Radical Time Attack)yang melengkapi grid.

Sejak sesi kualifikasi, tensi persaingan sudah terasa. Alinka Hardianti tampil dominan dengan mengamankan pole position. Ia dibuntuti Clio Tjonnadi di posisi kedua, sementara Audya Anjani dan Alexandra Asmasoebrata mengisi baris berikutnya. Ine Rosdiana berada di posisi kelima, disusul Patricia Purnomo, Belove Athaya, dan Vivit Fariana.

Memasuki race utama yang berlangsung selama enam lap, duel sengit langsung tersaji sejak lampu start padam. Dengan grid yang rapat dan spesifikasi mobil yang setara, setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
Alinka Hardianti menunjukkan kelasnya sebagai pembalap serbabisa. Start bersih dan konsistensi lap demi lap membuatnya sulit disentuh para rival. Ia akhirnya mengunci kemenangan sekaligus mencatatkan fastest lap dengan waktu impresif 2 menit 06,496 detik.

Di belakangnya, Clio Tjonnadi tampil solid untuk mengamankan posisi kedua. Sementara Alexandra Asmasoebrata membuktikan pengalaman panjangnya dengan merebut podium ketiga setelah pertarungan ketat sepanjang balapan.

Mandalika Kartini Race 2026 bukan sekadar ajang balap, tetapi juga panggung pembuktian bahwa pembalap perempuan Indonesia memiliki kualitas dan daya saing tinggi di dunia motorsport. Atmosfer kompetitif yang tercipta di Mandalika menjadi sinyal positif bagi perkembangan balap wanita di Tanah Air. (Jarwo/Foto Dok. Ryu)
