gilabalap.com – Pembalap BMW Team Astra, Gerry Nasution, terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan proyek balap yang berbeda di ajang Indonesia Touring Car Race (ITCR) 3600. Pada seri balap yang tergabung dalam Mandalika Festival of Speed (MFOS) di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Gerry turun dengan mobil terbarunya, BMW F20, yang terbilang masih sangat jarang digunakan di lintasan balap Tanah Air.
Gerry mengakui bahwa hasil yang diraihnya pada seri terakhir, yakni seri 5 dan 6, belum sesuai harapan. Namun, menurutnya hal tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan mobil baru yang saat ini tengah ia jalani. BMW F20 sendiri menjadi pilihan menarik karena belum ada pembalap lain di Indonesia yang menggunakannya untuk balap.

Foto : dok. MGPA/Eshark Motorsport
“Di seri terakhir kemarin hasilnya memang kurang bagus karena ada kendala di kendaraan, tapi secara keseluruhan masih cukup oke. Untuk tahun 2025 ini saya memakai mobil baru, BMW F20. Mobil ini memang belum dipakai balap di Indonesia, tapi di Inggris sudah banyak dipakai, bahkan ada One Make Race-nya. Itu yang jadi inspirasi saya membawa F20 ke lintasan balap Indonesia,” ungkap Gerry Nasution saat dihubungi tim gilabalap.com.
BMW F20 yang digunakan Gerry dibekali mesin N13 1.600 cc turbo dengan transmisi otomatis. Namun, tantangan terbesar justru ada pada proses riset dan pengembangannya. Gerry mengungkapkan bahwa mobil ini telah melalui proses research and development selama kurang lebih satu tahun, dengan berbagai kendala teknis dan logistik.
“Kita riset mobil ini hampir satu tahun. Terlihat lama karena ada beberapa faktor, salah satunya akses ke Mandalika yang cukup jauh. Kalau ada masalah part, kita harus kembali ke Jakarta dulu untuk mencari penggantinya, lalu kembali lagi ke Mandalika hanya untuk mengetes mobil. Sementara mobil kita stay di Bali karena akses terdekat tim memang ada di sana,” jelasnya.
Menggunakan BMW F20 menjadi pengalaman yang benar-benar baru bagi Gerry. Hampir seluruh komponen pada mobil ini berbeda dibanding mobil balap yang pernah ia gunakan sebelumnya, sehingga memaksanya untuk belajar dari awal.

Foto : dok. MGPA/Eshark Motorsport
“Memakai mobil ini jadi sesuatu yang sangat berbeda buat saya. Dari sini saya benar-benar merasakan seninya merakit mobil balap. Hampir semua item dan part-nya berbeda, bahkan sampai ke setting suspensi yang angkanya tidak sama dengan mobil lain. Intinya, saya belajar dari nol lagi karena memang tidak ada referensi,” tuturnya.
Meski begitu, progres yang dicapai selama setahun terakhir dinilai cukup positif. Gerry menyebut BMW F20 kini sudah mendekati kondisi ideal untuk turun balap secara penuh di musim mendatang.
“Alhamdulillah, progresnya sudah jalan. Saya dan tim banyak belajar dari mobil ini, dan sekarang sekitar 80 persen BMW F20 sudah siap untuk race di tahun 2026,” tambahnya.
Menariknya, karakter hatchback pada BMW F20 juga memberikan keuntungan tersendiri di lintasan. Gerry mengaku mobil ini tampil stabil saat kondisi kering, bahkan terasa semakin nyaman ketika trek diguyur hujan.
“Karena tipenya hatchback, saat kondisi panas rasanya oke, tapi ketika hujan malah makin oke,” ujarnya.
Untuk musim 2026, Gerry memastikan BMW F20 akan tetap menjadi andalannya di ITCR 3600. Meski ada wacana menambah BMW F34 ke dalam garasi tim, fokus utamanya tetap pada pengembangan F20 agar semakin kompetitif.
“Untuk 2026 saya sudah pasti pakai BMW F20. Mungkin ada rencana nambah BMW F34 juga, tapi saya pribadi masih ingin fokus ke F20 dulu,” tegasnya.
Sementara itu, terkait komposisi BMW Team Astra musim depan, pembalap yang akrab disapa Om Gerry ini mengungkapkan adanya kemungkinan penambahan armada dan pembalap baru.
“Formasi tim 2026 kemungkinan tidak jauh berbeda dengan 2025, masih dua mobil dengan dua pembalap. Tapi ada kemungkinan kita tambah satu mobil lagi dengan satu pembalap tambahan di 2026 nanti,” pungkasnya. (Fajar Eko)
