gilabalap.com – Jelang berlaga di babak final Rotax Max Challenge 2015 yang akan diselenggarakan di Sirkuit Kartodromo de Algarve, Portimao, Portugal pada tanggal 8-14 November mendatang, beberapa pegokart muda tanah air yang mewakili Indonesia yakni Keanon Santoso, Nabil Hutasuhut, dan Silvano Christian mengaku siap dengan semua persiapan dan modal pengalaman yang mereka punya saat ini.
Banyak faktor yang menjadi rintangan saat berlaga di Portugal. Selain harus beradaptasi dengan karakter lintasan, para pegokart terbaik Indonesia ini juga harus mampu cepat beradaptasi dengan iklim dan cuaca di Eropa.
Namun untungnya, beberapa pegokart seperti Silvano Christian ternyata sudah mengantisipasi hal tersebut karena sudah pernah balapan di Portugal.
“Untuk cuaca bagi saya tidak menjadi halangan. Justru kita lebih diuntungkan dengan cuaca di Indonesia yang panas. Jadi stamina bukan jadi masalah karena saya pernah balapan disana,” kata Silvano.
Lebih jauh juara umum Rotax Max Challenge (RMC) Indonesia kelas senior Max ini tidak ingin terlalu mengumbar target. “Target saya mungkin berusaha masuk final dulu. Lalu mempelajari pacenya dan mencoba mengejar podium,” sambung Silvano.
Tidak jauh berbeda dengan Silvano, juara RMC Indonesia kelas junior max, Keanon Santoso ternyata juga pernah balapan di Eropa sehingga ia tidak terlalu memusingkan soal cuaca.
“Saya juga pernah balapan di Belanda, jadi sudah tahu juga rasanya gimana. Untuk persiapan lainnya saya udah lihat-lihat trek Portugal di internet dan mencoba menghafal lintasannya. Target saya bisa podium. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik dan memgibarkan merah putih disana,” beber remaja 15 tahun tersebut.
Sementara itu, Grand Final Portugal justru menjadi tantangan berat bagi wakil Indonesia lainnya, yakni Nabil Hutasuhut. Pasalnya ini merupakan kali pertama bagi Nabil balapan di Eropa. Namun begitu, rekan setim Keanon di TKM Racing ini tetap optimis dan akan tampil all out demi mengharumkan nama Indonesia.
“Ini pertama kali buat saya balapan di Eropa, jadi ini akan menjadi tantangan berat. Saya akan belajar banyak disana. Tantangan yang paling berat adalah adaptasi trek. Karena sesi latihan juga terbatas. Persiapan sejauh ini saya sudah latihan beberapa kali dengan sasis yang akan saya gunakan dsana,” jelas Nabil. (adri/gilabalap.com)
